Beranda Budaya Kampung Budaya Polowijen telah Implementasikan Nilai-Nilai Pancasila dengan Menggali Kearifan Lokal

Kampung Budaya Polowijen telah Implementasikan Nilai-Nilai Pancasila dengan Menggali Kearifan Lokal

Malang, karna.id — Kampung Budaya Polowijen (KBP) sebagai salah satu kampung tematik di kota Malang senantiasa mewarnai dengan ragam kegiatan budaya. Ini sebagai wujud nyata para pegiat budaya KBP menguri-uri budoyo kepada khalayak luas.

Rupanya, KBP yang berlokasi di Polowijen itu menarik perhatian Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI Prof. DR. Hariyono. Ditemani direktur Pembudayaan BPIP Irene Camelyn Sinaga dan rombongan, Hariyono disambut dengan tari-tarian khas KBP. Bahkan, Prof. Hariyono ikut terlibat menari bersama warga.

“KBP sudah mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dengan menggali kearifan lokal mengembangkan seni budaya yang berdampingan dengan kehidupan beragama dengan semangat gotong-royong,” kata Hariyono saat berdialog dengan warga KBP pekan lalu.

Hariyono menegaskan, KBP telah membawa Pancasila ke ruang publik, aktualisasi dan lahan hidup bagi warga sekitar. Melalui KBP, sambung ia, ternyata KBP mampu mengangkat ekonomi masyarakat melalui wisata budaya.

“Membudayakan Pancasila dengan mengangkat seni tradisi warisan leluhur kita itu menjadi ruang temu dan mempersatukan segala macam kepentingan, dan ternyata di Malang itu wadahnya ada di KBP,” ujarnya.

Penggagas KBP Ki Demang mengatakan, KBP adalah kampung tematik wisata berbasis budaya dalam perkembangannya benar-benar mandiri dan swadaya masyarakat, dan inilah wujud kecintaan dan implementasi dari nilai-nilai Pancasila.

Menurut Ki Demang, keberadaan beberapa rumah bambu, beberapa gazebo, serta panggung bambu semua atas prakarsa swadaya masyarakat yang semua digunakan untuk kegiatan seni dan budaya.

Lebih lanjut dikatakan Ki Demang, segala macam aktivitas rutin mulai dari tari topeng, kerajinan topeng, kriya batik, permainan tradisional, tembang mocopat, musik dolanan, pasar topeng, pasar tradisional yang ada di KBP, atas dasar cinta budaya dan sadar terhadap pelestariannya.

“Pancasila sebagai pandangan hidup merupakan konsepsi dasar tentang kehidupan yang dicita-citakan bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan kehidupan. Kehidupan yang dicita-citakan dapat diwujudkan melalui sebuah pembangunan,” tukas ia.

Suasana di KBP sangat meriah, penuh hangat, dan saling akrab satu dengan lain. Mereka disambut dengan riang gembira oleh warga KBP dengan menyuguhkan ragam kegiatan, diantaranya kriya dan pasar topeng, barang seni kerajinan, batik dan kegiatan workshop make up artis oleh para penari KBP.

Tampak hadir, pelbagai civitas akademika dari Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya. Bahkan beberapa dosen dari Universitas Lampung, Universitas Sriwijaya, Universitas Bengkulu turut serta memeriahkan acara sambang Kampung Budaya Polowijen. Hadir pula arkeolog Malang Dwi Cahyono, tokoh tari Topeng Malang Dr. Robby Hidajat, Wahyu Eko Setyawan dari Sekolah Budaya Tunggulwulung, Redy Eko Prasetyo dari Kampung Cempluk sekaligus Koordinator Jaringan Kampung Nusantara. ***