Beranda Daerah Akademisi UMM: Literasi Media Penting bagi Masyarakat untuk Melawan Corona

Akademisi UMM: Literasi Media Penting bagi Masyarakat untuk Melawan Corona

MALANG, karna.id — Pegiat literasi media Widiya Yutanti mengajak masyarakat memfilter berbagai informasi terkait pandemi corona.

Ajakan Widiya itu dilatari makin maraknya informasi hoaks terkait corona di platform digital. Merujuk data resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) per tanggal 8 April 2020, terdapat 474 hoaks yang beredar terkait dengan informasi Corona Covid-19 yang beredar di masyarakat.

“Bagi masyarakat pengguna smartphone agar menyaring sebelum sharing informasi,” kata Widiya di Malang, Rabu (08/04).

Widiya yang juga pengajar Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mewanti-wanti agar masyarakat melakukan langkah-langkah strategis untuk melawan informasi hoaks yang meresahkan masyarakat.

Pertama, selalu mengecek sumber informasi terkait fakta peristiwa yang disampaikan melalui platform digital.

Kedua, jangan mudah percaya hoaks apalagi sampai ikut memproduksi dan menyebarkan hoaks.

“Warganet agar tidak menyebarluaskan informasi hoaks serta tetap menggunakan platform digital, aplikasi pesan instan dan media sosial dengan bijak,” ujar Widiya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat ada 474 isu hoaks secara akumulatif dan tersebar di lebih dari 1.000 sebaran di platform digital. Penyebaran hoaks berada di beberapa platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter dan Youtube.

Rinciannya, Facebook 785 hoaks, Instagram 10, Twitter 324, dan Youtube 6. Dan yang sudah takedown oleh Facebook sebanyak 303 hoaks, Instagram 3, dan Twitter 53. Sedangkan Youtube masih dalam proses. Sehingga, masih terdapat 766 sebaran isu hoaks yang beredar platform digital itu. ***