Beranda Hukum Bakornas LDMI Menuntut Pemerintah Turun Tangan Selesaikan Disintegrasi Bangsa

Bakornas LDMI Menuntut Pemerintah Turun Tangan Selesaikan Disintegrasi Bangsa

Direktur Bakornas Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam Himpunan Mahasiswa Islam (LDMI HMI) Faizal Reza Amaradja, LC.

JAKARTA, karna.id — Sehubungan dengan peristiwa persekusi berbau sara yang menimpah mahasiswa Papua yang kemudian menyulut serangkaian aksi dari masyarakat Papua di Manokwari, Sorong dan sekitarnya, Badan Koordinasi Nasional Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam Himpunan Mahasiswa Islam (LDMI HMI) menuntut pemerintah turun tangan selesaikan disintegrasi bangsa.

“Pemerintah melalui aparatur negara agar sesegera mungkin untuk turun tangan menyelesaikan persoalan ini demi tercegahnya disintegrasi bangsa dan terpecah-belahkan persatuan NKRI”, ujar Direktur Bakornas LDMI HMI Faizal Reza Amaradja dalam keterangan tertulis yang diterima karna.id, Selasa (20/8).

Bakornas LDMI HMI menyesali terjadinya insiden sara yang menimpah mahasiswa Papua di Jawa Timur dan turut pula menyesali sikap beberapa oknum ormas yang cenderung diskriminatif dan memancing ketersinggungan publik masyarakat Papua.

“Mengutuk tindakan pelaku persekusi yang melontarkan ungkapan-ungkapan sara yang kemudian menyinggung masyarakat Papua”, tegas Faizal

Direktur Bakornas LDMI menyatakan sikap diskriminatif bukanlah bagian dari ajaran agama Islam. Menurutnya dalam Islam (Qs.49:13) terdapat anjuran kuat untuk saling menghargai dan menghormati antar suku dan bangsa.

“Islam juga menganjurkan untuk selalu dan senantiasa bersikap adil kepada siapapun, apapun agama, suku dan rasnya (Qs.5:8)”, katanya.

Bakornas LDMI HMI mendesak aparat penegak hukum bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya dengan selalu berpegang teguh pada prinsip keadilan dan asas praduka tak bersalah serta bertindak tegas untuk segera menangkap para provokator dan penyebar hoax.

Kepada seluruh elemen masyarakat, Bakornas LDMI HMI menghimbau agar menahan diri dari provokasi dan mengedepankan nilai sila ketiga Pancasila yakni Persatuan Indonesia sebagai acuan dalam bersikap.

“Mengajak tokoh-tokoh bangsa dan agama agar berperan aktif untuk mendinginkan suasana dengan mengajak masing-masing umat dan elemen masyarakat agar mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam bingkai NKRI”, pungkas Direktur Faizal Reza.