Beranda Ekonomi Berikut Penerima Dana Bloomberg untuk Kampanye Antirokok di Indonesia

Berikut Penerima Dana Bloomberg untuk Kampanye Antirokok di Indonesia

JAKARTA, karna.id — Bukan pertama kalinya Bloomberg Initiative berusaha mengintervensi kebijakan menyangkut komoditas tembakau di Indonesia. Lembaga pemberi dana hibah yang didirikan oleh Michael R. Bloomberg, Wali Kota New York periode 2002 – 2014 itu bertujuan untuk mengurangi penggunaan tembakau di seluruh dunia.
 
Adapun salah satu bentuk implementasi program ini adalah pemberian bantuan dana kepada berbagai pihak, baik itu LSM, wadah pemikir (think tank), organisasi keagamaan, perguruan tinggi/universitas, organisasi jurnalis, ataupun pemerintah, yang mengadakan kegiatan terkait pengurangan penggunaan tembakau di Indonesia.

Mereka terus menggulirkan kampanye antirokok dengan berbekal aliran dana yang jumlahnya mencapai ratusan triliun dari pihak asing.
 
Meski ikut menandatangani Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), namun Indonesia masih enggan untuk mengikuti jejak 183 negara yang sudah meratifikasinya. Presiden Joko Widodo beralasan, penolakan itu dilakukan untuk melindungi nasib petani tembakau.
 
Dikutip dari laman tobaccocontrolgrants.org, Bloomberg Initiative telah mengucurkan dana sangat besar ke pelbagai stakeholders untuk menyerukan kampanye antirokok di Indonesia.

Berikut daftar penerima aliran dana untuk kampanye itu:
 
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta
AJI Jakarta melakukan advokasi kenaikan cukai rokok dan harga rokok melalui jurnalisme. Adapun, tujuan proyek ini adalah membangun kapasitas jurnalis untuk melaporkan masalah pengendalian tembakau dengan target mendapatkan dukungan untuk publikasi. Adapun periode proyek: Januari 2019 – Desember 2020.
 
Komnas Pengendalian Tembakau
Mereka memerangi intervensi industri hasil tembakau (IHT) dengan memperkuat kebijakan pengendalian tembakau. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan pajak cukai rokok sebesar 20% dan menyederhanakan tingkatan, memperkuat penerapan larangan sponsor rokok, meningkatkan peringatan kesehatan bergambar, dan memperkuat Koalisi Anti Tembakau. Adapun periode proyek: Januari – Desember 2020.
 
Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN)
PPMN ingin memperkuat tekanan publik di tingkat lokal dan nasional untuk mendorong kenaikan harga rokok, iklan rokok yang lebih ketat, dan promosi rokok di ruang publik. Proyek ini bertujuan untuk membangun tekanan publik untuk kenaikan pajak rokok dan amandemen peraturan pemerintah PP 109/2012 untuk melarang iklan rokok di luar ruangan dan online. Adapun periode proyek mulai  Februari 2020 – Januari 2021.
 
Pusat Kajian Jaminan Sosial UI
Mereka ingin memajukan tujuan pembangunan berkelanjutan melalui peningkatan pajak cukai rokok dan menyikapi beredarnya rokok elektrik. Proyek ini mempromosikan peningkatan pajak rokok dan peraturan tentang produk tembakau baru untuk mengurangi kematian akibat penyakit dan kematian akibat tembakau dan memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan Indonesia. Adapun periode proyek:  Januari – Desember 2020.
 
SAPA Indonesia
Memobilisasi suara perempuan dan remaja untuk meningkatkan pajak cukai rokok dan menyederhanakan tingkatan pajak. Proyek ini bertujuan untuk mempromosikan peningkatan cukai pajak rokok dan menyederhanakan tingkatan pajak dengan memobilisasi kelompok perempuan muda dan meningkatkan kemajuan menuju tujuan pembangunan berkelanjutan. Adapun periode proyeknya:  Januari – Desember 2020.
 
Yayasan Lentera Anak
Memperkuat kebijakan pengendalian rokok untuk melindungi anak-anak dari pemasaran industri rokok dan meningkatkan kesehatan anak-anak di Indonesia. Di tingkat nasional, proyek ini mendukung peningkatan peringatan kesehatan bergambar dan larangan iklan luar ruang dan internet.
 
Di tingkat lokal, proyek ini mendukung perluasan bebas-rokok dan TAPS (Tobacco, Advertising, Promotion, Sponsorship) dengan memanfaatkan program kota Ramah Anak. Adapun Periode proyeknya: Februari 2020 – Januari 2021. ***