Beranda Covid-19 Covid-19: Mungkinkah Indonesia Alami Resesi?

Covid-19: Mungkinkah Indonesia Alami Resesi?

Zumrotun Nazia, Mahasiswi Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

KARNA.id — Resesi ekonomi diartikan sebagai tekanan ekonomi baik pada sektor keuangan maupun sektor riil. Negatif munculnya resesi ekonomi, biasanya ditandai dengan beberapa hal seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) yang akan terus berlanjut dan merata disemua sektor pekerjaan. Sinyal resesi ekonomi semakin jelas bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, hal ini disebabkan laju perekonomian diperkirakan kembali negatif pada kuartal ke III setalah terjadi kontraksi 5,32 persen pada kuartal II 2020. Menteri Keuangan Sri Mulyani memperkirakan ekonomi nasional berada pada kisaran 0% sampai -2% pada kuartal III 2020.

Berdasarkan data yang dianalisisis oleh Institute for Development of Economics and Finance (Indef) akan ada 15 juta pekerja yang terkena imbas sehingga harus di PHK oleh perusahaannya. Selain itu dampak dari resesi adalah menurunnya starup-starup di Indonesia dan dengan begitu angka pengangguran semakin bertambah, sehingga hal itu berpengaruh naiknya orang miskin dan meningkatkan angka kriminalitas.

Berdasarkan data dari kompas.com negara negara Asia yang sudah mengumumkan resesi adalah Jepang, Singapura, Filipina dan Korea Selatan. Adapun untuk Indoensia berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) per (6/8) Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuarta II 2020 minus mencapai angka 5,32%. Secara kuartalan ekonomi terkontraksi 4,19 % dan secara kumulatif terkontraksi 1,26%. Sementara itu, kontraksi lebih dalam dari konsensus pasar maupun ekspektasi pemerintah dan BI yang berada di kisaran 4,3% – 4,8%. Apabila benar pertumbuhan ekonomi masih minus pada kuartal III 2020, hal ini menjadi resesi pertama yang dialami Indonesia sejak 1998.

Dampak resesi lainnya adalah kinerja pasar modal turun begitu pandemic covid-19, hal ini disebabkan karena pasar modal kinerjanya paling mudah digoyang oleh sentiment-sentimen yang menghawatirkan seperti covid-19. Adapun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang awalnya 6000-6.200 seketika terjerembab. Titik terendahnya mencapai level 3.900. Selain itu Kepala Departemen Ekonomi CSIS Yose Rizal melihat minat investor untuk masuk ke portofolio domestic masih cukup minim karena belum ada hasil dari penanganan dampak pandemic covid-19 yang signifikan.

Dampak pandemi covid-19 juga merambah ke dunia usaha yang mengalami kerugian, hal ini terjadi karena pengaruh skema Work From Home akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kondisi ini membuat produksi mesin industri terganggu. Selanjutnya akan membuat arus kas banyak perusahaan tersendat, bahkan merugi. Dampak lainnya adalah pengangguran naik, hal ini berasal dari Pemutusan Hubungan Kerja besar-besaran, begitu juga dengan UMKM, mereka kehabisan modal karena permintaan menurun, berdasarkan perkiraan Ekonom UI Fithra Faisal memperkirakan jumlah pengangguran atau PHK mencapai 20 juta pekerja pada tahun ini.

Pengangguran dan korban PHK utamanya muncul dari industripadat karya atau yang jumlah pekerjanya banyak seperti Garmen, tekstil, hingga manufaktur.apabila ekonomi telah pulih kembali nanti para pengangguran dan korban PHK tidak serta merta akan diserap kembali. Apabila nanti ekonomi Indonesia tumbuh 5% – 6% Pada 2021 maka jumalh pekerja yang nantinya direkrut kembali oleh industri sekitar 500 ribu hingga 600 ribu orang.

Dampak lainnya yang paling dirasa oleh masyarakat yaitu kemiskinan pelemahan daya beli, apabila terus dibiarkan hal ini akan melahirkan banyak penduduk miskin baru dan tingkat kemiskinan pun bertambah. Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 berkontraksi 5,32%. Hal ini disebabkan karena minimnya sumbangan konsumsi masyarakat yang jatuh ke minus 5,15%. Berdasarkan data yang diapaparkan oleh Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet jumlah penduduk miskin akan menjadi 30 juta hingga 37 juta hingga tahun ini. Per maret 2019 penduduk miskin sudah bertambah 1,63 juga menjadi 26,42 juta orang dibandingkan September 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here