Beranda Hukum Djoko Tjandra Didakwa Suap 2 Jendral dan Seorang Jaksa

Djoko Tjandra Didakwa Suap 2 Jendral dan Seorang Jaksa

Djoko Tjandra di dakwa suap 2 jendral dan seorang jaksa Rp 15,56M

JAKARTA, karna.id – Jaksa Penuntut Umum mendakwa Djoko tjandra menyuap dua jendral polisi senilai Rp 8,31 miliar guna membantu menghapus namanya dari Daftar Buronan Orang(DPO) dan menyuap Jaksa Pinangki Sirna Malasari Rp7,35 miliar.

Upaya tersebut dilakukan dengan maksud agar Djoko bisa masuk ke wilayah Indonesia secara sah dan tidak ditangkap oleh aparat penegak hukum karena berstatus buronan. Ia merencanakan untuk mendaftar Peninjauan Kembali (PK) atas putusan MA Nomor 12 PK/Pid.Sus/2009.

Jaksa mengatakan bahwa “Terdakwa turut serta melakukan dengan H. tommy Sumardi yaitu memberi uang sejumlah Sin$200 ribu dan US$270 ribu ekpada Irjen Napoleon Bonaparte dan memberi uang sejumlah US$150 ribu ke Brigjen Prasetijo Utomo,”. Senin (2/11).

Tommy Sumardi membantu Djoko dalam usaha mendekati dua pejabat kepolisian tersebut. Dengan nominal Rp8,31 milliar untuk dua jenderal polisi, tujuan Djoko berhasil untuk menghapus namanya dari DPO.

Dalam surat dakwaan, disebutkan bahwa Napoleon memerintahkan penerbitan surat yang ditujukan kepada Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI, yaitu surat nomor B/1000/IV/2020/NCB-Div HI, pada tanggal 29 April 2020, surat nomor B/1030/V/2020/NCB-Div Hi tanggal 4 Mei 2020, dan surat nomor 8 1036/V/2020/NCB-Div HI tanggal 5 Mei 2020.

“Yang dengan surat-surat tersebut pada tanggal 13 Mei 2020 pihak Imigrasi melakukan penghapusan status DPO a.n. Joko Soegiarto Tjandra dari sitem Enhanced Cekal System (ECS) pada Sistem Informasi Keimigrasian (SIMKIM) Direktorat Jendral Imigrasi,” Kata Jaksa.

Atas perbuatanya itu, Djoko tjandra didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantas Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP Jo. Pasal 64 ayat (1) dan (2) KUHP.