Beranda Hukum Dosen Univeristas Muhammadiyah Malang Mokh Najih Terpilih Sebagai Ketua Ombudsman RI

Dosen Univeristas Muhammadiyah Malang Mokh Najih Terpilih Sebagai Ketua Ombudsman RI

Dosen Univeristas Muhammadiyah Malang Mokh Najih Terpilih Sebagai Ketua Ombudsman RI
Dosen Univeristas Muhammadiyah Malang Mokh Najih Terpilih Sebagai Ketua Ombudsman RI

MALANG, karna.id – Dosen Universitas Muhammadiyah Malang, Mokh Najih terpilih menjadi ketua Ombudsman RI Periode 2021-2026 berdasarkan uji kelayakan dan uji kepatutan Komisioner ORI. Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menegaskan, Komisi II sepakat menetapkan Komisioner Omdudsman Republik Indonesia.

Selain itu, Komisi II juga menetapkan Mokh Najih sebagai Ketua Ombudsman RI dengan wakilnya Bobby Hamzar Rafinus yang berstatus sebagai ASN di Kementerian Perekonomian. Penetapan ini melalui musyawarah mufakat dan bukan berdasarkan voting karena situasinya dalam masa Covid-19.

“Prosesnya dilakukan secara musyawarah dan mufakat jadi karena memang suasananya masih pandemic jadi agak sulit dilakukan secara voting karena masih yang datang secara daring, dan selama ini Komisi II membangun kalau bisa dimusyawarahkan di musyawarahkan”. Kata Doli Kurnia Tandjung pada Kamis, (28/1).

Tidak hanya itu, Pihaknya akan mengirimkan surat ke Pimpinan DPR RI agar kemudian menetapkan Komisioner Ombudsman Republik Indonesia yang sudah disetujui oleh masing-masing fraksi di Komisi II.

Berikut 9 Anggota Ombudsman RI 2021-2026

Ketua Ombudsman RI : Mokh Najih (Dosen Universitas Muhammadiyah Malang)

Wakil Ketua Ombudsman RI : Bobby Hamzar Rafinus (ASN di Kementerian Koordinator Perekonomian)

Anggota:

  1. Dadan Suparjo Suharmawijaya (Anggota Ombudsman RI)
  2. Hery Susanto (Direktur Operasional PT Grage Nusantara Global0
  3. Indraza Marzuki Rais (Kepala SPI PT Perikanan Nusantara)
  4. Jamesly Hutabarat (Pegawai PT GMF Aerosia)
  5. Johanes Widjantoro (Dosen Universitas Atma Jaya Yogyakarta)
  6. Robertus Na Endi Jaweng (Peneliti dan Pimpinan pada Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD)
  7. Yeka Hendra Fatika (Ketua Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (PATAKA).