Beranda Agama DPP Foksi Indonesia: Siapapun Pelaku Radikalisme dan Terorisme harus diproses secara Hukum

DPP Foksi Indonesia: Siapapun Pelaku Radikalisme dan Terorisme harus diproses secara Hukum

JAKARTA, karna.id — Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror kembali menangkap anggota Komisi Fatwa MUI Ahmad Zain An-Najah di Bekasi, Selasa (16/11). Hal ini mendapatkan sorotan dari banyak pihak lantaran kaget karena terduga pelaku terorisme adalah anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Salah satu terduga teroris tersebut ialah Ahmad Zain, anggota Komisi Fatwa MUI, yang diduga merupakan Dewan Syuro Jamaah Islamiyah. Sementara dua terduga teroris lain yang ditangkap di Bekasi pada waktu berdekatan ialah Anung Al Hamat dan Farid Okbah.

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Brigjen Ahmad Nurwakhid, mengatakan ini merupakan kali pertama seorang tersangka teroris berstatus sebagai anggota aktif MUI Pusat. Penangkapan ini lagi-lagi menjadi bukti bahwa JI kini telah bertransformasi dan menyebar ke seluruh lini masyarakat.

JI diperkirakan memiliki 6 ribu hingga 7 ribu anggota dan simpatisan di seluruh Indonesia yang tersebar melalui berbagai organisasi sayap mereka.

Ketua DPP Forum Komunikasi Santri Indonesia FOKSI M. Natsir menegaskan Jamaah Islamiyah ini jangan hanya dipandang dari aspek teror, karena pergerakannya sudah masuk sosial keagamaan di tengah masyaranat, oleh karena harus ditangani secara masif.

“Siapapun pelaku terorisme harus dintindak secara tegas melalui Hukum yang kita miliki, saya fikir MUI juga telah menetapkan Fatwa Nomor 3 Tahun 2004 tentang terorisme”. Kata M. Natsir Kepada wartawan karna.id (22/11).

Terkait penangkapan Oknum MUI yang terduga teroris, dia berpendapat bahwa hal itu mengindikasikan sel jaringan terorisme sudah menyusup ke berbagai kalangan dan kelompok.

Dalam Fatwa tersebut ditegaskan bahwa terorisme adalah tindakan kejahatan terhadap kemanusian dan peradaban yang menimbulkan ancaman serius terhadap kedaulatan negara dan hukumnya adalah haram.

Terkait penangkapan Oknum MUI yang terduga teroris, dia berpendapat bahwa hal itu mengindikasikan sel jaringan terorisme sudah menyusup ke berbagai kalangan dan kelompok.

enimbulkan ancaman serius terhadap kedaulatan negara dan hukumnya adalah haram.