Beranda Hukum DPW Pemuda LIRA Jatim Ungkap Dugaan Kasus Korupsi Mantan Wakil Walikota Malang

DPW Pemuda LIRA Jatim Ungkap Dugaan Kasus Korupsi Mantan Wakil Walikota Malang

MALANG, karna.id — Dewan Perwakilan Wilayah Pemuda lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jawa Timur tengah mengungkap kasus dugaan korupsi berjamaah legislatif dan eksekutif yang dilakukan oleh Mantan Wakil Walikota Malang periode 2013-2018 Sutiaji saat ini sedang menjabat sebaga Walikota Malang.

Bidang Kajian Hukum DPW Pemuda LIRA Jawa Timur menegaskan hasil kajiannya dal BAP bahwa Sutiaji bersama dengan Moh. Anton berperan aktif dalam kasus suap terhadap Legislatif (DPRD Kota Malang).

“Kami sudah mengkaji hasil putusan peradilan tipikor Surabaya, bahwa peran Sutiaji cukup signifikan dan kami berharap KPK segera menindaklanjuti Sutiaji agar tidak terkesan ada pembiaran agar KPK tidak dinilai tebang pilih oleh masyarakat”. Kata Imam Syafii Ketua DPW Pemuda LIRA Jatim.

Selain itu Ketua DPW pemuda LIRA Jatim ini juga menegaskan bahwa yang bersangkutan masih diberikan kelonggaran atau toleransi satu periode jabatan kemudian akan diproses setelah jabatan berkahir.

“Ini terkesan lucu karena apabila sudah terbukti turut serta dalam tindak pidana korupsi maka proses hukum tidak akan mengenal toleransi, jangan sampai KPK tebang pilih dalam menegakkan hukum di Kota Malang ini”. Pungkas Imam.

Selain itu, Imam Syafii juga menambahkan dari kasus initerlihat adanya niat kerjasama yang erat antara terdakwa Cipto Wahyu Moh Anton bersama Sutiaji dan Jarot Edy Sulistiyono untuk memberi sesuatu berupa uang sebesar Rp. 700.000.000 kepada DPRD melalui Moch Arief Wicaksono selaku Ketua DPRD Kota Malang.

Persetujuan pihak ke 3 kegiatan tersebut diatas diajukan oleh Pemkot Malang, maka unsur “Yang melakukan, Yang menyuruh melakukan atau turut serta melakukan perbuatan pidana” terdakwah Cipto Wijoyo telah terbukti secara sah dan meyakinkan.

“Hasil data dan kajian yang kami miliki apabila aparat penegak hukum tidak bergerak dan terkesan pasif, DPR pemuda LIRA Jatim akan terus bergerak bersama masyarakat anti korupsi lainnya dan akan meluruk ke Gedung Merah Putih KPK RI di Jakarta untuk meminta proses dari KPK serta menangkap dan memenjarakan seperti yang lainnya akibat perbuatannya”. Pungkas Imam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here