Beranda Sosial Gandeng BI, HMI Beri Bantuan Bagi Nelayan Terdampak Covid-19

Gandeng BI, HMI Beri Bantuan Bagi Nelayan Terdampak Covid-19

HMI dan COVID-19, Kampung Baru dan Bajul Mati Kabupaten Malang, Himpunan Mahasiswa Islam, HMI, HMI Peduli, HMI Berbagi, HMI Cabang Malang, HMI Bagi Sembako, Kabupaten Malang, Banjul Mati,

MALANG, karna.id — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang mengelar aksi sosial HMI Berbagi. Agenda yang merupakan kerjasama HMI dan Bank Indonesia Malang dilaksanakan di Raas Kampung Baru dan Bajul Mati Kabupaten Malang.

Koordinator aksi HMI Cabang Malang Dimas Aji menyampaikan kegiatan HMI Berbagi ini diawali dari keresahan melihat dampak adanya pandemi covid-19 yang menimbulkan kerugian di berbagai sektor sosial-ekonomi.

“Kegiatan ini tentu bukan tanpa landasan, proses pengkajian dan observasi lapangan juga kita lakukan beberapa hari sebelumnya. Adanya pandemi covid serta banjir rob yang terjadi dibulan kemarin tentu juga memberi dampak terutama bagi perekonomian nelayan, sehingga kita putuskan mengadakan kegiatan HMI BERBAGI dengan harapan bisa meringankan kebutuhan pokok para nelayan” Ujar Dimas Aji disela-sela agenda HMI Berbagi, Minggu (21/6).

Dimas mengatakan HMI Berbagi diinisiasi oleh bidang Partisipasi Pembangunan Daerah (PPD) bersama BI dengan menyiapkan 100 paket sembako dan masker yang kemudian dibagikan bertahap di 2 titik yaitu Raas Kampung Baru dan Bajul Mati secara dor to dor (dari rumah ke rumah).

Sementara Hadi salah satu Pembina Nelayan Desa Tambak Rejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan, kegiatan HMI Berbagi sangat dibutuhkan oleh para nelayan dalam kondisi seperti sekarang ini. Dia menyatakan bahwa banyak nelayan yang hari ini terdampak akibat pandemi Covid-19 terutama berkaitan dengan kondisi daya beli yang menurun drastis.

“Hari biasa sebelum adanya corona untuk ikan eceran dalam 1 hari di pasar ikan itu bisa jual sekitar 1-2 ton perhari, tapi dengan adanya covid ini turun hanya menjadi 1-2 kuintal perhari”, ujarnya.

 Pria yang menggeluti dunia nelayan sejak tahun 1995 ini juga memaparkan bahwa kondisi menurunya daya beli yang terjadi pada nelayan Kampung Baru ini secara tidak langsung juga berdampak pada harga jual yang menurun

“biasanya ikan tuna perkilo seharga Rp.55.000/Kg turun sampai Rp.20.000/Kg ikan eceran yang biasanya Rp. 27.000 skrang jadi Rp7.000-Rp8.000”, tuturnya

Kondisi semacam ini tidak bisa terlepas dari kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid-19 yang membatasi bahkan menutup wilayah-wilayah pariwisata tertentu.

Menurut Hadi kebijakan pemerintah terkait covid seperti PSBB disatu sisi berusaha mencari solusi dari adanya Pandemi covid-19, disisi lain juga membawa dampak buruk terhadap perekonomian masyarakat golongan tertentu, termasuk nelayan.

“kita ini butuh kebijakan yang solutif terkait kondisi Pandemi ini, bukan kebijakan yang mengesampingkan golongan tertentu seperti nelayan, sehingga nanti segala lini ekonomi bisa berjalan normal kembali”, pungkasnya