Beranda Politik Harun Masiku, Caleg dengan 5.878 Suara yang Didukung PDIP Menjadi Anggota DPR...

Harun Masiku, Caleg dengan 5.878 Suara yang Didukung PDIP Menjadi Anggota DPR RI

Harun Masiku
Harun Masiku ketika masih di Demokrat dan Rizky Aprilia

Jakarta, Karna.id — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah kepemimpinan Firli Bahuri membuat gebrakan. Setelah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) bupati Sidoarjo KPK kembali melaukukan OTT. Kali ini terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan. OTT ini terkait dengan PAW anggota DPR RI dari PDIP. Riezky Aprilia yang terpilih dari Dapil Sumatera Selatan (Sumsel) 1 hendak digantikan dengan Harun Masiku yang pada pemilu lalu hanya memperoleh 5.878 suara.

Pada Rabu, 8 Januari 2020 KPK Kembali melakukan OTT. Kali ini yang terjaring adalah Komisoner KPU Wahyu Setiawan. Ini terkait dengan suap Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil Sumsel 1. Riezky Aprilia yang memperoleh suara terbanyak, yaitu 44.402 suara hendak diganti oleh DPP PDIP.

Dapil Sumsel 1 mencakup Musirawas, Musibanyuasin, Banyuasin, Kota Palembang, Kota Lubuklinggau dan Musirawas Utara. Pada Pemilu 2019 dapil ini memperebutkan 8 kursi.

Baca juga: OTT KPK Tangkap Bupati Sidoarjo

PDIP menempatkan, Nazarudin Kiemas, Darmadi Djufri, Riezky Aprilia, Diah Okta Sari, Doddy Juliantono Siahaan, Harun Masiku, Sri Suharti, dan Irwan Tongari. Yang diandalkan PDIP di dapil ini tentulah Nazarudin Kemas. Ia adalah petahana dan sudah menjadi anggota DPR RI sejak tahun 1999. Selain itu, Nazarudin Kiemas adalah adik kandung (alm) Taufiq Kiemas dan tentunya adalah ipar dari Ketua Umum Partai Megawati Soekarnoputri.

Tapi pada tanggal 26 Maret 2019 Nazarudin Kiemas meninggal dunia. Kondisi ini merubah peta pertarungan internal para caleg PDIP Dapil Sumsel 1. Dan ini tergambar dari hasil perolehan suara caleg-caleg PDIP dan siapa yang berhak lolos ke Senayan 2019-2024.

Dari hasil penghitungan suara PDIP menduduki peringkat keempat dalam perolehan suara dan berhak atas satu kursi. Gabungan suara partai dan caleg-caleg PDIP adalah sebanyak 265.160. Partai yang ada di nomor urut pertama perolehan suara adalah Gerindra dengan 343.235 suara, kedua adalah Golkar dengan 297.267 suara, ketiga Nasdem dengan 268. 989 suara. Di bawah PDIP ada Demokrat dengan 201.626 suara, PKS dengan 143.536 suara, PAN dengan 132.466 suara.

Dalam pembagian perolehan kursi dengan menggunakan metode sainte lague Gerindra memperoleh 2 kursi, Golkar 1, Nasdem, 1, PDIP 1, Demokrat 1, PKS 1, dan PAN 1 kursi.

Perolehan Suara Internal PDIP

Di internal Partai lengkap perolehan suara adalah PDIP memperoleh 145.752 suara, Nazarudin Kiemas 0 suara (suaranya dialihkan ke suara partai), Darmadi Djufri memperoleh 26.103, Riezky Aprilia mendapatkan 44.402, Diah Okta Sari mendulang 13.310 , Doddy Juliantono Siahaan memperoleh 19.776, Harun Masiku mendapatkan 5.878, Sri Suharti memperoleh 5.699 dan, dan Irwan Tongari mendulang 4.240.

Dengan hasil ini akhirnya Keputusan KPU nomor: 1318/PL.01.9-Kpt/06/KPU/VIII/2019 tentang Penetapan Calon Terpilih Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Dalam Pemilihan Umum 2019 menetapkan Riezky Aprilia sebagai anggota DPR RI terpilih.

Dalam pleno penetapan PDIP sempat mengajukan keberatan. Tapi karena tidak dikukung oleh dokumen pendukung maka keberatan PDIP. Hal ini berbeda dengan dapil Kalimantan Barat 1. Untuk dapil ini KPU mengabulkan keinginan PDIP dengan mengganti calon terpilih. Ini karena PDIP melengkapi dokumen pendukung.

Untuk Kasus Sumsel 1 probelmnya memak lebih rumit. Ini karena PDIP menginginkan caleg dengan perolehan suara individu berada di nomor 5 untuk menggantikan caleg dengan perolehan suara terbanyak. Untuk bisa mengganti caleg terpilih PDIP harus memecat dan/atau menyuruh mundur empat caleg dari keanggotaan partai.