Beranda Covid-19 HMI Cabang Malang Gelar Diskusi Meneropong Masa Depan Anak-anak Korban Pandemi Covid-19...

HMI Cabang Malang Gelar Diskusi Meneropong Masa Depan Anak-anak Korban Pandemi Covid-19 Di Indonesia

Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika, Founder Critical Circel Comunity Dewita Hayu Shinta, Praktisi Hukum Muh.Salman Darwis, M.H.Li

MALANG, karna.id –  Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia dalam kurun waktu (Maret 2020 – Juli 2021) menyebabkan korban jiwa dari bebagai kalangan masyarakat baik yang dewasa hingga anakanak. Efek domino dari pandemi dirasakan bangsa Indonesia dari dampak ekonomi, pengangguran hingga kehilangan sanak saudara (orang tua bagi sebagian anak bangsa).

Hampir ribuan anak di Indonesia kehilangan orang tuanya dan jumlah ini terus bertambah seiring terus naiknya angka kematian akibat Covid-19. Kementerian Sosial per 19 Agustus 2021 memperkirakan setidaknya ada 15-16 ribu anak menjadi yatim, piatu atau keduanya akibat covid19. Data sementara untuk Jawa Timur yang dilaporkan terdapat  927 anak yatim, piatu akibat covid-19 serta di Yogyakarta terdapat 526 anak, Jawa Tengah sekitar 200 anak, Jawa Barat sekitar 500 dan besar kemungkinan akan terus bertambah seiring trend  Covid-19 di Indonesia.

Melihat kondisi ini HMI Cabang Malang mencoba untuk menganalisis dan memastikan kondisi objektif terhadap anak-anak korban pandemi covid-19 di indonesia. Dengan mengambil tema meneropong masa depan anak-anak korban pandemi covid-19 di Indonesia. Adapun narasumber dari diskusi ini yaitu Wakil Walikota Malang Bapak Ir. Sofyan Edi Jarwoko, Ketua DPRD Kota Malang Bapak I Made Rian Diana Kartika, S.E, Founder Critical Circle Community Dewita Hayu Shinta, S.P., M.Si,  Praktisi Hukum Muh Salman Darwis, M.H.Li.  Diskusi dilaksanakan secara Daring (zoom meeting) pada Sabtu, (28/8).

Wakil Walikota Malang, Ir. Sofyan Edi atau akrab dipanggil Bung Edi menyampaikan untuk Kota Malang sendiri jumlah anak yatim, piatu akibat covid-19 totalnya sebanayak 101 anak di 5 Kecamatan. Sedangkan untuk proses penanganannya yang telah dilakukan oleh Pemkot Malang antara lain melakukan pendampingan psikologis, memberikan jaminan kesehatan berupa BPJS Kesehatan, memberikan beasiswa sekolah dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Malang Bapak Made juga menyampaikan bahwa tugas dewan adalah megawal kepentingan masyarakat, apalagi untuk anak-anak korban pandemi covid-19 selama tahun 2021 ini kami sudah memberikan 100 beasiswa kepada anak dan ini sudah terpenuhi, dan nanti di tahun 2022 kami akan menaikkan kuota beasiswa menjadi 200 beasiswa.

“Tugas Dewan adalah menyetujui anggaran khususnya jika terkait pendidika, kesehatan dan pemulihan ekonomi pasti kita dukung”. Kata Bapak Made.

Sedangkan dari sudut pandang Jaminan Sosial disampaikan oleh Founder Critical Circle, Dewita Hayu Shinta merekomendasikan untuk mengatasi soal anak-anak korban pandemi covid-19 di indonesia yang harus dilakukan antara lain:

  1. Pendataan dan deteksi dini persoalan anak korban pandemi covid-19.
  2. Kebijakan yang ramah terhadap pengasuh anak dari pemberi kerja dan pemerintah.
  3. Memastikan keluarga memiliki akses berkelanjutan ke pelindung sosial, konseling, dan perawatan kesehatan.
  4. Memperkuat layanan perlindungan anak, termasuk tenaga kerja layanan sosial untuk anak dan keluarga rentan
  5. Menjaga sekolah dan layanan anak lainnya tetap terbuka dan mudah diakses.

Sementara itu ditinjau dari perspektif Hukum Muh Salman Darwis menyampaikan dalam pasal 31 UUD 1945 bahwa negara berkewajiban untuk memberikan jaminan penenuhan atas pendidikan, memelihara fakir miskin atau anak terlantar guna memenuhi kebutuhan dasar yang layak bagi kemanusiaa. Sedangkan dalam  Pasal 34 UUD 1945 bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

“DPRD selain bertugas sebagai anggota legislasi yaitu pembentukan Perda Provinsi dan Perda Kabupaten Kota dan juga menentu anggaran, DPRD juga harus melakukan proses pengawasan terhadap program yang sudah disetujui”. Kata Salman Darwis Selaku Praktisi Hukum.