Beranda Daerah HMI Cabang Malang Soroti Anggaran Sekwan yang Tembus 70 Miliar

HMI Cabang Malang Soroti Anggaran Sekwan yang Tembus 70 Miliar

HMI Cabang Malang Soroti Anggaran Sekwan yang Tembus 70 Miliar, Anggaran Dewan Kabupaten Malang, DPRD Kabupaten Malang, DPRD Malang, HMI Malang, HMI Cabang Malang
Di tengah Fungsionaris HMI Cabang Malang Bidang Informasi dan Komunikasi Ferry Baharudin bersama Kader HMI Cabang Malang

MALANG, karna.id – Ditengah Pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir  di Kabupaten Malang, publik kembali dipertontonkan anggaran belanja dewan yang tembus hingga 70 miliar. Menanggapi hal itu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Malang menyesalkan banyaknya anggaran yang digunakan DPRD Kabupaten Malang.

“Mestinya, kalau paham negara sedang dalam kondisi krisis, tentu DPRD Kabupaten Malang tidak akan sembrono soal anggaran. Di tengah badai pandemi Covid-19 yang belum juga usai ini, DPRD Kabupaten Malang terkesan tidak memiliki sense of crisis.”, ujar Fungsionaris HMI Cabang Malang Bidang Informasi dan Komunikasi, Ferry Baharudin dalam keterangan tertulis di Malang pada Sabtu (14/8).

Sebelumnya, dilansir dari Berita Lima di tahun 2021 ini banyak didapatkan pada tunjangan anggota DPRD, diantaranya belanja uang representasi DPRD Rp 1,1 Miliar, tunjangan keluarga DPRD Rp. 200 juta, ada juga tunjangan jabatan DPRD senilai Rp 1,6 Miliar. Selain itu juga terdapat belanja tunjangan Reses DPRD bernilai Rp 2,2 Miliar, belanja tunjangan Perumahan DPRD bernilai Rp 4,9 Milyar, tunjangan Transportasi DPRD bernilai Rp 5,1 Miliar, dan ada juga tunjangan komunikasi intensif pimpinan dan anggota DPRD yang nilainya hingga Rp 8,8 Miliar. Anggaran Rp 8,8 Miliar itu setiap anggota dewan mendapatkan senilai Rp 14 Juta perbulan.

Ferry mengatakan anggaran belanja dewan itu justru menjadi jurang pemisah antara rakyat kecil dan dewan sebagai pengelola anggaran. Menurutnya,  sebagai perwakilan rakyat mestinya tiap anggota dewan mampu berpikir bagaimana cara agar rakyatnya bisa bertahan dalam duka Pandemi. Apalagi lanjut dia, di Kabupaten Malang terdapat 500 lebih pengusaha kecil yang sedang berjuang di tengah Pandemi.

“Mestinya, kalau paham negara sedang dalam kondisi krisis, ada plot khusus untuk membantu masyarakat”, terangnya.

Selain itu,  pendiri Forum Titik Temu Malang menjelaskan anggaran Sekwan yang Tembus hingga 70 Miliar sebagai kabar buruk bagi masyarakat kecil.

“Lama lama masyarakat mikir, kita lagi susah bertahan hidup, lahh kok wakil kita mandi anggaran belanja”, pungkas Ferry.