Beranda Ekonomi Indonesia Dalam Pusaran Rent Seeking

Indonesia Dalam Pusaran Rent Seeking

Indonesia Dalam Pusaran Reent-Seeking, Rente, Rent Seeking, Satria Tauhid Arsiza, HMI, HMI Malang, HMI Cabang Malang, HMI Unmer Malang, HMI Korkom Unmer, HMI Badko Jatim, HMI Jawa Timur
Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang, Satria Tauhid Arsiza

Oleh, Satria Tauhid Arsiza (Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang)

Fenomena dari rent-seeking ini teridentifikasi dalam hubungannya dengan monopoli. Selanjutnya, rent-seeking (pemburu rente) menjadi bermakna suatu proses dimana seseorang atau sebuah perusahaan mencari keuntungan melalui manipulasi dari situasi ekonomi (politik, aturan-aturan, regulasi, tariff dll) dari pada melalui perdagangan. Perburuan rente ekonomi terjadi ketika seorang pengusaha atau perusahaan mengambil manfaat atau nilai yang tidak dikompensasikan dari yang lain dengan melakukan manipulasi pada lingkungan usaha atau bisnis.

Praktik dari teori ekonomi rent-Seeking ini tidak akan terjadi tanpa adanya kerjasama yang sinergis antara oknum pengusaha bermodal dengan birokrat atau pejabat yang memiliki akses perizinan dan birokrasi, fasilitas wilayah dan proteksi dari pengusaha lain. Pengusaha memperoleh keuntungan berupa sumber daya murah, akses atas informasi yang mudah dan kebijakan yang berpihak pada pengusaha. Sementara pejabat memperoleh keuntungan dalam imbalan suap dan peluang untuk melakukan kolusi dan korupsi.

Rent-seeking sendiri pada dasarnya merupakan praktek  yang bertujuan untuk mendapatkan monopoli khususnya sumber  daya dengan cara merayu  atau melobby Pemerintah (penguasa)  guna mencari perlindungan atau mendapatkan hak  guna sumber daya. Bukan hanya sebatas hal tersebut, perilaku berbagai upaya dilakukan oleh rent seeker mempengaruhi kebijakan pemerintah, agar memperoleh keuntungan.

Memberantas perilaku rent-seeking memang sangat sulit. Sebab, bagi para pelaku rent-seeking, aktivitas itu sangat menguntungkan dan umum dilakukan. Banyak para pejabat publik yang telah terlena dengan kenikmatan rent seeking itu tidak lebih dianggap sebagai angin lalu. Memberantas perilaku rent seeking yang efektif adalah dengan menciptakan kondisi yang menyebabkan risiko yang didapat dari perilaku rent seeking itu jauh lebih tinggi daripada manfaat yang diterima pelakunya seperti halnya hukuman mati. Dan setiap pengambilan keputusan yang menyangkut kesejahteraan rakyat harus dibuka kepada rakyat.