Beranda Budaya Kampung Kajoetangan Heritage Miliki Pasar Krempyeng

Kampung Kajoetangan Heritage Miliki Pasar Krempyeng

MALANG, karna.id — Bagi orang Malang, siapa yang tak mengenal pasar Talun. Pasar yang berada di tengah kepadatan penduduk Kayutangan itu berlokasi di RW 01, kelurahan Kauman, Kota Malang. Bahkan pasar Talun telah ada sejak jaman kolonial.

Pasar Talun memiliki 3 los yang menempati area kurang lebih 50 x 30 meter persegi, terdiri dari 40 bedak. Kini, pasar Talun di sulap menjadi pasar Krempyeng oleh warga sekitar.

Pasar Krempyeng sendiri menyuguhkan pelbagai jajan dan kudapan tradisional. Tentunya, lidah pemburu kuliner akan dimanjakan dengan ragam kuliner khas kampung. Pasar Krempyeng juga menjual kebutuhan Anda sehari hari. Bagi Anda pemburu barang bekas dan antik, pasar Krempyeng lah referensi Anda.

Ketua kelompok sadar wisata Kajoetangan (Pokdarwis KJT), Rizal Fahmi mengatakan, kampung Kajoetangan ini memang kampung heritage yang sangat bersejarah.

Menurutnya, kampung yang berada dalam kawasan cagar budaya memang masih berdiri kokoh puluhan bangunan rumah kuno.

“Kampung ini masuk dalam area pengembangan koridor Kayutangan sebagai salah satu kawasan cagar budaya,” kata Rizal di Malang, Sabtu (26/10).

Rizal menambahkan, pada Sabtu dan Minggu (26-27 Oktober), pasar Krempyeng Kajoetangan telah dibuka. Hal ini untuk mengingatkan dan memfungsikan kembali pasar tradisional.

“Pasar ini rencananya akan diaktifkan tiap bulan sekali dan setelah itu tahun depan bisa tiap minggu sekali,” ujarnya.

Rizal bilang, pasar Krempyeng ini untuk memperkenalkan produk kuliner olahan makanan dan jajanan yang diproduksi oleh warga sendiri.

“Mulai dari makanan tradisional sampai yang modern semua ada di Kayutangan,” imbuhnya.

Rizal mengatakan, pasar Krempyeng seolah memiliki daya magnet ketika pentas tari Topeng Malang dari Kampung budaya Polowijen (KBP). Pengunjung khidmat menyaksikan pentas tari itu.

Penggagas KBP, Ki Demang mengapresiasi upaya pokdarwis KJT yang terus berbenah maju. Sebagai wujud nyata, KBP berpartisipasi dengan menarikan dua tarian, yakni tari Sabrang dan Topeng Bapang Josentiko.

“Kami datang untuk saling mendukung kegiatan antar kampung tematik dan berharap bisa menjadi promosi bersama,” katanya.

Kasi Promosi Wisata Dosbudpar Kota Malang, Agung H. Buana mengatakan, Kampung Kajoetangan merupakan destinasi wisata heritage kreatif. Pelancong selain berkunjung sambil melihat bangunan lama Kayutangan, juga bisa mencicipi ragam kudapan dan kuliner, serta seni pertunjukan dan musik.

“Pasar Krempyeng bisa menjadi prototype pemasaran wisata bersama dan menjadi pusat kuliner berbasis tradisi,” katanya.

Selain pengenalan produk, menari topeng Malang, tak kalah seru sejak acara dimulai hingga berakhir pengunjung dihibur musik keroncong Kayutangan. Pada malam hari diadakan bincang-bincang dan dialog yang dihadiri banyak tokoh kampung tematik, dinas, kampus serta tokoh masyarakat sambil menikmati lagu lagu lawas dan sajian topeng Malang. Jangan lupa, hari Minggu ada kegiatan serupa. ***