Beranda Sosial Kelompok 49 PMM Umm Gelar Edukasi di Panti Asuhan Akhlaqul Kharimah Merjosari

Kelompok 49 PMM Umm Gelar Edukasi di Panti Asuhan Akhlaqul Kharimah Merjosari

MALANG, karna.id —  Di tengah kondisi wabah pandemi Covid-19 yang mengakibatkan banyak perubahan, salah satunya konsep pengabdian masyarakat yang pada mulanya “Kuliah Kerja Nyata” (KKN) berubah menjadi “Pengabdian Masyarakat Oleh Mahasiswa” (PMM). Perubahan konsep ini tentunya berpengaruh pada kualitas dan efektiftas dari pengabdian masyarakat oleh mahasiswa. Hal ini disebabkan oleh faktor kekurangan SDM anggota dalam program PMM yang maksimal terbatas dengan 5 (lima) anggota saja.

Tetapi hal demikian bukan menjadi alasan untuk tidak menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai mahasiswa dalam hal pengabdian pada masyarakat, Kelompok 49 yang dikordinatorti oleh Muhammad Ichsan ini tetap berikhtiar keras untuk melakukan pengabdian pada Panti Asuhan Akhlaqul Kharimah yang menurut pandangan mereka membutuhkan banyak perhatian dari masyarakat maupun pemerintah.

Selain mendedikasikan pemikiran maupun tenaga, kelompok 49 ini juga memberikan sumbangsih materiil untuk dapat digunakan oleh anak-anak dipanti dalam melangsungkan kehidupan sehari, mulai dari peralatan belajar alat tulis, sampai pada kebutuhan kebersihan lingkungan dan dapur.

Kegiatan PMM yang dimulai pada 16 Oktober sampai dengan 17 November di panti asuhan Akhlaqul Kharimah, Merjosari Kec. Lowokwaru Malang ini berjalan kurang lebih sebulan. Namun pada pelaksanaannya ada beberapa kendala yang tidak memungkinkan untuk dilaksanakannya pertemuan langsung secara rutin. Hal ini pula yang menjadi poin evaluasi dalam pelaksanaan PMM.

“Panti yang menampung anak asuh sejumlah 34 orang inj tentu bukan hal yang mudah dalam mengatur jadwal belajar, pembagian hari kerja, petugas kebersihan, dan lain sebagainya. Ditambah lagi dengan kondisi covid-19 ini panti asuhan menjadi tidak dapat perhatian dan kurang mendapatkan donasi bantuan dan semacamnya.” Ujar Fitri

Hal yang sama juga diucapkan oleh Kordinator Kelompok ketika ditanya kenapa memilih panti asuhan sebagai tempat pengabdian, “Panti Asuhan adalah tempat dimana anak-anak yang secara kemampuan finansial tidak mampu untuk mendapatkan pendidikan dan kehidupan sebagaimana anak-anak pada umumnya, maka dari itu kami memilih panti asuhan sebagai sasaran pengabdian”. Ucap Muhammad Ichsan.