Beranda Opini Kepala BKPM Bahlil Lahadalia Dukung Politik Uang Dalam Pemilihan Ketum KADIN, Forum...

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia Dukung Politik Uang Dalam Pemilihan Ketum KADIN, Forum Santri Kuatir Nasib Investasi di Indonesia

Karna.id — Belakangan publik dihebohkan oleh video yang viral di media sosial. Pasalnya dalam video tersebut, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pernyataan yang dinilai mengajarkan politik uang.

Beredar video kontroversial Bahlil Lahadalia dalam acara Deklarasi Arsjad Rasyid, calon Ketua Umum Kamar Dagang Industri (KADIN) pada hari Jumat, 26 Maret 2021 di Senayan, Jakarta.

Video tersebut diunggah di akun YouTube, salah satunya di akun Republik Merdeka TV pada tanggal 30 Maret 2021.

Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Santri Indonesia (FOKSI) Muhammad Natsir Shihab mengkritik dan menyayangkan pernyataan Kepala BKPM tersebut.

“Sangat miris, di kala masyarakat kita sedang berjuang melawan politik uang, Kepala BKPM justru permisif dan mendukung adanya politik uang. Sangat disayangkan, kata-kata itu keluar dari sosok pejabat publik sekelas Kepala Badan,” ujar Natsir.

Menurut Natsir, mencari sosok pemimpin di dalam organisasi, lembaga pemerintah, ataupun kepemimpinan daerah dan nasional seharusnya mengedepankan aspek kualitas, integritas, rekam jejak, dan visi pemimpin tersebut.

“Bukan berusaha menang dengan politik uang. Tentunya kita semua tahu, salah satu masalah besar bangsa ini adalah korupsi yang berakar dari politik uang,” ujarnya.

Natsir menegaskan, seharusnya masyarakat melawan politik uang sejak dini, termasuk dalam pemilihan calon Ketua Umum di dalam organisasi.

“Bahlil sebagai seorang pemimpin nasional seharusnya menolak politik uang. Apalagi beliau bekerja di bidang penanaman modal yang sangat menuntut profesionalitas dan integritas,” katanya.

Dalam video tersebut, Bahlil mengajak para pemilih dalam organisasi KADIN untuk melakukan politik uang di dalam momen pemilihan calon Ketua Umum KADIN.

“Teman-teman di daerah, mainkan dulu ini barang, kocok dulu, jangan dikasih gratis ini barang. Dimainkan dulu barang ini. Dua-duanya kan konglomerat kok. Ambil uang aja belum tentu memilih. Apalagi tidak dikasih duit, lebih tidak memilih lagi pasti saya yakin itu.,” kata Bahlil seperti yang terekam di dalam YouTube Republik Merdeka TV.

Natsir mengatakan, di dalam sambutan Bahlil, kita bisa mendengar jelas ada ajakan atau anjuran untuk melakukan politik uang (money politic) di dalam proses pemilihan.

“Kami meminta Bahlil segera mengklarifikasi dan meminta maaf atas pernyataannya yang sangat meresahkan masyarakat tersebut,” kata Natsir.

“Pernyataan Bahlil tersebut kemudian bisa saja dikaitkan dengan tanggungjawabnya di bidang penanaman modal dan investasi. Publik sekarang sudah menduga-duga, jangan-jangan selama ini perusahaan yang ingin menanam modal, berinvestasi, ataupun mengurus izin melalui BPKM mengalami ‘jangan dikasih gratis’ oleh beliau. Hal ini tentu sangat bertentangan dengan visi dan karakter Presiden Jokowi,” pungkasnya.