Beranda Sosial Ketua Umum HMI Komisariat Agama Islam UMM: Pesmaba UMM Merupakan Momentum Kegagalan...

Ketua Umum HMI Komisariat Agama Islam UMM: Pesmaba UMM Merupakan Momentum Kegagalan Berfikir Ketua Umum IMM Koordinator Komisariat UMM

Screenshoot Snap Story WA Andi Apriansyah selaku Ketua Umum IMM Koorkom UMM
Screenshoot Snap Story WA Andi Apriansyah selaku Ketua Umum IMM Koorkom UMM

Malang, Karna.id — Ketua Umum Komisariat Agama Islam UMM Thoriq Athoillah menyatakan bahwa agenda Pekan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun akademik 2021-2022 merupakan momentum kegagalan berfikir Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Koordinator Komisariat UMM yakni Andi Apriansyah setelah beredarnya pamflet yang berjudul “Telah Hilangnya Sifat Kemahasiswaan Ketua BEM FAI UMM.

Thoriq menegaskan bahwa pamflet tersebut bukanlah hasil dari keputusan instansi HMI Komisariat Agama Islam UMM melainkan dari buah pemikiran kritis salah satu mahasiswa Fakultas Agama Islam UMM terkait adanya larangan untuk menyanyikan lagu Buruh Tani ketika kegiatan Pesmaba berlangsung.

“Saya selaku Ketua Umum HMI Komisariat Agama Islam UMM menegaskan bahwa pamflet tersebut bukanlah hasil dari keputusan instansi HMI Komisariat Agama Islam, melainkan hasil dari buah pemikiran kritis mahasiswa Fakultas Agama Islam,” tegas Thoriq.

Selain itu Thoriq menganggap bahwa respon Ketua Umum IMM Koorkom UMM terkait pamflet tersebut yang diunggah dalam story whatsappnya merupakan suatu kesalahan berfikir karena dalam caption story turut membawa nama instansi HMI Komisariat Agama Islam, yang kemudian dilanjutkan dengan #AkuKuasaHukumnyalangsung #besoksomasimasuk.

“Kalopun saya boleh mengutip dari buku rekayasa sosial milik Jalalludin Rakhmat, apa yang dilakukan oleh Ketum IMM Koorkom UMM relate sekali dengan teori Argumentum ad Verecundiam yang menyatakan bahwa berargumen dengan menggunakan otoritas, walaupun otoritas itu tidak relevan atau ambigu, karena pamflet tersebut pada dasarnya ditujukan kepada Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa FAI UMM tanpa kaitanya dengan membawa nama instansi IMM Koorkom UMM,” Kata Thoriq.

Lebih lanjut, Thoriq beranggapan bahwa yang dilakukan oleh Ketua Umum IMM Koorkom UMM secara tidak langsung mengisyaratkan adanya penggiringan opini untuk menjatuhkan nama baik HMI Komisariat Agama Islam melalui agenda Pesmba.

“Bukan seharusnya agenda pesmaba ini dijadikan sebagai tempat kontetstasi untuk saling menjatuhkan nama baik instansi yang ada, melainkan kita harus membangun sinergitas demi kemajuan bersama”, Ujar Thoriq. Thoriq juga mengharapkan agar Ketua Umum IMM Koorkom UMM untuk bijak dalam berfikir sehingga kedepannya tidak ada lagi kejadian seperti ini, dan juga untuk para mahasiswa baru cermat dalam membaca dan kritis dalam berfikir serta responsif terhadap persoalan masyarakat secara umum serta persoalan yang terjadi di kampus secara khusus