Beranda Daerah Kiat Hypno-Content Marketing ala Komedian Wawan Saktiawan

Kiat Hypno-Content Marketing ala Komedian Wawan Saktiawan

MALANG, karna.id — Wabah pandemi Covid-19 tak menyurutkan aktivitas sivitas akademika Fakultas Ekonomi Univeritas Widya Gama (FE UWG) Malang untuk menggelar seminar.

Dekan FE UWG Ana Sopanah dalam sambutannya mengatakan, seri ke-3 seminar zoom meeting kali ini bertajuk “Eksis di Masa Krisis dengan Hypno Content Marketing Strategy” dengan narasumber komedian kondang Wawan Saktiawan.

Ana mengapresiasi apa yang dilakukan oleh para dosen nuda FE UWG untuk menumbuhkan semangat belajar dengan menambah wawasan di tengah musim pandemi Corona.

“Meskipun kita work from home (WFH), harus tetap produktif dan bahagia. Kami berharap seminar ini membawa manfaat bagi kita semua,” kata Ana, Kamis (30/04).

Ketua pelaksana seminar seri ke-3 Niken Paramita mengatakan, tujuan mengambil tema ini adalah untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa pada umumnya agar tetap eksis update status di medsos.

Seminar yang dipandu oleh dosen muda Hanif Rani Iswari itu diikuti oleh 100an peserta dengan beragam latar belakang profesi.

Dalam pengantar diskusi, Wawan mengatakan, semua orang butuh eksistensi. Salah satu cara untuk eksis di masa pandemic Covid-19 adalah dengan mengupdate status kita di media sosial (medsos).

Hari gini apakah masih ada yang tidak punya medsos? Jelas semua punya kan??. Bagaimana jadinya jika dalam satu hari saja tidak ada yang posting apapun di medsos.

“Pasti dunia gelap karena kita hidup di dunia maya yang lebih dominan dari dunia nyata. Buktinya kita selalu tanya google cari info apapun,” kata coach Wawan.

Menurut Wawan, ada 3 jenis content marketing yang perlu diketahui, yaitu hard selling, soft selling dan convert selling.

“Hard selling itu jualan langsung tanpa tedeng aling-aling, soft selling diceritain tentang manfaat produk, sementara covert selling lebih kepada menampilkan logo saat acara tertentu,” imbuhnya.

Namun, kata ia, orang Indonesia tidak suka dijualin, lebih suka diceritain. Oleh karena itu kita harus pintar membaca pasar target kita dan content yang sesuai untuk jualan.

Pemenang SUCA 2 Indosiar itu menjelaskan content yang baik adalah yang menarik perhatian, beda atau unik, dapat memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi.

“Sementara, content yang amazing adalah yang viral, dan content yang excellent adalah content yang menghasilkan,” ujarnya.

Sesi tanya jawab dimanfaatkan oleh para peserta seminar. Seperti wakil bupati Pringsewu Lampung, Fauzi. Ia menanyakan kiat membantu UMKM tetap hidup dan bisa berjualan di tengah pandemic.

Wawan yang merupakan CEO iDozad menyarankan agar memanfaatkan medsos sebagai medium promosi. Misalnya Pak Bupati mengendorse produk UMKM di medsos, pasti banyak yang lihat.

Dekan FEB Universitas Mercua Buana, Harnovinsah menanyakan tentang trik agar mahasiswa creatif dan mampu bersaing dengan lulusan dari PT lain.

“Pihak universitas dapat mewadahi kreativitas mahasiswa dengan memberi mereka kesempatan untuk menciptakan konten-konten menarik yang dapat mengangkat eksistensi universitas dan mengapresiasinya,” jawab Wawan. ***