Beranda Opini KOHATI Dalam Lintas Sejarah

KOHATI Dalam Lintas Sejarah

KOHATI Dalam Lintas Sejarah
Zumrotun Nazia (HMI-Wati Cabang Malang)

Karna.id — Diskursus tentang perempuan sudah ada sejak manusia dilahirkan, diskursus tersebut diantaranya soal status, tugas, hak dan kewajiban seorang perempuan. Pada awalnya tugas dan peran perempuan hanya berada pada ranah domestik, dan kini sudah merambah pada sektor publik. Kemudian muncullah isu marginalisasi satu jenis dengan yang lainnya, persoalan ketidakadilan pada perempuan yang begitu marak dibicarakan di masyarakat. Berbicara seorang perempuan tidak luput dari organisasi keperempuanan dan organisasi mahasiswa. Begitu pula di Himpunan Mahasiswa Islam, sejak berdirinya HMI begitu banyak konstribusi HMI untuk bangsa kita Indonesia.

Selain itu konstribusi besar sosok perempuan tangguh dan berperan aktif dalam kancah keperempuanan yaitu Maesaroh Hilal dan Siti Zaenah. Mereka berdua secara struktural terlibat dalam kepengurusan Kohati. Kemudian disusul dengan sosok Siti Baroroh, Tejaningsih dan Tujimah mereka semua sosok pemrakarsa berdirinya Korps HMI-Wati (KOHATI).

Dari tahun ke tahun perjalanan aktifitas HMI-Wati terus dilakukan dalam semua rangkaian kegiatan HMI yaitu revolusi fisik, mempertahankan kedaulatan, serta dalam pemberontakan PKI.Kemudian pada masa orde lama, orde baru hingga reformasi kuantitas HMI-Wati terus meningkat. Masalah-masalah kewanitaan di HMI pun kemudian mendapatkan porsi yang wajar, kegiatan-kegoatan HMI-Wati yang sebelumnya hanya ditampung dalam departemen keputrian, HMI-Wati juga sering ditempatkan pada bagian konsumsi, perlengkapan, dan paling tinggi Sekretaris. Padahal secara kualitas HMI-Wati memiliki potensi besar, namun karena budaya patriarki yang masih berkembang sehingga menyulitkan HMI-Wati untuk tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu dibutuhkan wadah akselerator bagi kaderisasi HMI-Wati.

Kohati lahir pada Musyawarah Kerja HMI Jaya pada tanggal 12 Desember 1965, Kemudian KOHATI dikukuhkan dalam Surat Keputusan No.239/A/Sek/1966 Tentang Pembentukan Kohati. Untuk sementara Korps ini dibentuk dalam tingkat Cabang, Komisariat dengan sifat badan Semi-Otonom. Sedangkan pembentukan KOHATI secara Nasional pada Kongres ke VII di Surakarta Tanggal 10-17 September 1966, dan diputuskan KOHATI di dirikan pada tanggal 17 September 1966.

Dalam catatan sejarah KOHATI di didirikan dengan latar belakang antara lain bahwa situasi politik akibat meletusnya Gestapu/PKI dan untuk menumpas gerakan 30 September. Selain itu munculnya Kesatuan Aksi Wanita Indonesia (KAWI). Sedangkan dalam makalah yang disampaikan oleh Agus Salim Sitompul di Yogyakarta pada tanggal 19-20 November 1982 bahwa latar belakang di dirikannya KOHATI antara lain sebagai berikut:

  1. Semangat dan Jiwa Islam yang tertanam dalam pada diri HMI-Wati yang menempatkan wanita di tempat yang wajar.
  2. Semangat dan realisasi emansipasi yang di prakarsai oleh RA Kartini.
  3. Tuntutan dari HMI sendiri
  4. Kondisi Internal HMI-Wati
  5. Faktor politik, yang mengharuskan agar HMI-Wati ikut bersama kelompok wanita lain bekerjasama menumpas PKI.
  6. Karena berdirinya lembaga-lembaga di HMI seperti LDMI, LKMI, LPMI, LAPMI, dan lainnya.
  7. Dalam rangka meningkatkan pengembangan kegiatan dan pembinaan HMI-Wati di bidang kewanitaan dalam rangka pembentukan kader HMI-Wati sebagai Patriot Komplit.

Selain itu Aniswati M. Kamaludin (Tokoh HMI-Wati) juga mengingatkan kepada KOHATI untuk kedepannya, antara lain :

  1. KOHATI dituntut untuk tumbuh menjadi putra-putri yang berpendidikan tinggi.
  2. KOHATI di tuntut untuk tumbuh menjadi istri-istri yang bijaksana, kekasih suami yang serba bisa.
  3. KOHATI di tuntut untuk menjadi ibu-ibu yang bisa membina anak-anaknya menjado insan akademis, pencitpa, pengabdi yang bertaqwa kepada Allah.
  4. KOHATI dituntut untuk menjadi wanita-wanita dinamis, kreatif dan sadar bahwa ia adalah masyarakat yang mempunyai tanggung jawab terhadap pembangunan bangsa.

Kini KOHATI sudah berusia 54 Tahun, usia yang sudah tidak muda bagi suatu organisasi dengan sejarah perjalanannya. Kini ketua umum KOHATI juga telah mencapai 22 orang ketua umum Kohati PB dari periode 1966 – sekarang dengan Ketua Umum Kohati Pertama Yaitu Aniswati Rochlan hingga Sekarang Siti Fatimah Siagian.  

Oleh: Zumrotun Nazia (HMI-Wati Cabang Malang)