Beranda Covid-19 Komisi Informasi Pusat: Badan Publik Harus Bisa Menjawab Rasa Ingin Tahu Masyarakat

Komisi Informasi Pusat: Badan Publik Harus Bisa Menjawab Rasa Ingin Tahu Masyarakat

Cecep Suryadi, Komisioner Komisi Informasi Pusat , Komisi Informasi Pusat , KIP, HOAX Covid, Hoax Vaksin, WHO, Menkes, Kemenkes

JAKARTA, karna.id — Komisioner Komisi Informasi Pusat (KI Pusat) Cecep Suryadi mendorong seluruh Badan Publik dituntut harus bisa menjawab rasa ingin tahu masyarakat, sekaligus memenuhi kebutuhan atas informasi dengan menyampaikannya dengan prinsip cepat, cara yang sederhana, mudah dimengerti dan tepat waktu.

“Ini yang paling penting, jadi prinsip-prinsip ini yang sebenarnya juga harus dipahami oleh pengelola informasi di seluruh Badan Publik. Kami berharap langkah-langkah yang lebih komprehensif harus lebih dikedepankan, bagaimana prinsip keterbukaan, akurasi, konsistensi, itu dikembangkan,” Cecep dalam webinar bertajuk Improvement Talk – Tantangan Komunikasi Publik dalam Penanganan Covid-19, Jumat (13/8).

Dalam acara yang menghadirkan Dirjen IKP Kementerian Kominfo Usman Kansong dan Dekan Fikom Undap Dadang Rahmat Hidayat, Cecep mengatakan seperti hasil survei pada akhir November yang menunjukkan bahwa 79% dari responden ingin mendengar lebih banyak informasi tentang vaksin yang sedang dikembangkan oleh pemerintah.

Baca juga: Cecep Suryadi: KI Pusat Dorong Badan Publik Terapkan Prinsip Keterbukaan untuk Cegah Hoax

“Permintaan informasi ini sangat tinggi, apalagi kalau kita segmentasikan jauh lagi usia 50 tahun ke atas, sangat tinggi sekali rasa ingin tahu terkait dengan penanganan Covid-19 ini,” terangnya.

Menurut Cecep, selama penanganan pandemi Covid-19 banyak kritik dan masukan kepada pemerintah yang menganggap pola komunikasi lebih bersifat reaktif. Hal tersebut diharapkan kedepannya dapat dihindari.

Masyarakat seharusnya jangan dijadikan sebagai objek, tetapi harus sebagai subjek agar menjadi bagian dalam menyelesaikan persoalan.

“Menurut kami ini kunci utama dari pengendalian penanganan Covid, bagaimana keterbukaan informasi ini pada ujungnya nanti bisa menumbuhkan kepercayaan, karena kepercayaan publik sangat penting sekali,” katanya.

Lebih jauh, Komisioner KI Pusat Cecep Suryadi mengatakan bahwa partisipasi masyarakat untuk ikut menyukseskan pengendalian pandemi, seperti program vaksinasi tentu diawali oleh adanya kepercayaan.

“Kepercayaan ini juga akan tumbuh apabila badan-badan publik itu bisa terbuka menyampaikan informasinya secara akurat, tepat waktu, dan caranya juga harus mudah dipahami oleh masyarakat,” tandasnya.