Beranda Keamanan Mahasiswa NTT di Malang Kembali Demo untuk Solidaritas Pengungsi Eks-Timor Timur

Mahasiswa NTT di Malang Kembali Demo untuk Solidaritas Pengungsi Eks-Timor Timur

Kawal NTT
Aliansi Perjuangan Demokrasi (API)

MALANG, karna.id — Mahasiswa asal NTT yang tergabung didalam Aliansi Perjuangan Demokrasi (API) di Kota Malang berdemonstrasi untuk mengecam tindakan represif aparat atas aksi yang dilakukan masyarakat Eks-Timor di Tuapukan Kabupaten Kupang, di Depan kantor DPRD, Kota Malang, Jumat (20/12).

Dalam demo bertajuk “Rebut Kembali Hak Asasi dan Berikan Kepastian Status Tanah Bagi WNI Eks-Tim-Tim” tersebut, mereka menilai negara sudah enggan untuk menjamin kesejahteraan masyarakat eks-Timor timur yang dimana sudah 21 tahun masyarakat tersebut rela untuk menjadi warga negara Indonesia tapi yang terjadi masyarakat eks Timor Timur hingga hari ini tercampakan. Bahkan represifitas dan penangkapan terhadap beberapa demonstran yang terjadi menunjukan Indonesia sudah darurat demokrasi.

“Sejak mengungsi dari Timor Leste ke wilayah RI pada tahun 1999, hingga kini lebih dari 600 keluarga serta ribuan orang yang tersebar di kamp Noelbaki, Oebelo atas, Tuapukan, Naibonat, Haliwen, dan Pono, belum mendapatkan kepastian atas tanah dan lahan garapan”.kata Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Perjuangan Demokrasi di Kota Malang, Ruslan Boyang.

Selain itu Ruslan menambahkan bahwa Mayoritas ex-Timtim masih tinggal di rumah-rumah darurat (yang dihuni dua hingga tiga keluarga) sejak 1999 dengan kondisi reyot dan atap seng bocor. Sebagian bahkan beratapkan daun dan rumput. Tidak sedikit pula yang sudah miring dan nyaris roboh. Keberadaan para WNI ex-Timtim di tempat pengungsian seharusnya hanyalah sementara, namun berbagai kabinet dan presiden datang silih berganti, 21 tahun lebih sejak mengungsi nasib mereka tidak kunjung mendapatkan kepastian.

Oleh karena itu, mahasiswa asal NTT di Malang Raya mendesak agar seluruh tahanan masyarakat eks  Tim-tim yang ditangkap untuk segera dibebaskan.

“Kami meminta untuk para demonstran di tuapukan dibebaskan dan pemerintah mengaminkan permintaan masyarakat eks Tim-tim, mereka sudah berkorban dan rela menjadi WNI, sehingga mereka berhak atas kebutuhan hidup layak. Di NTT ini bukan persoalan baru usaha pembungkaman sudah terjadi terus-menerus, masalah disana jelas semakin kompleks, sudah berapa kali kami aksi menunjukan bahwa daerah asal kami terapung oleh problematika”  lanjut kata Humas Aliansi Perjuangan Demokrasi “API”, Abhy Setiawan.

Dari aksi solidaritas yang dilaksanakan oleh Aliansi Perjuangan Demokrasi tidak hanya membawa tuntutan persoalan masyarakat Eks-Timtim saja tetapi juga dengan tuntutan sebelumnya seperti menghentikan pembangunan Jurasic park di kawasan Taman Nasional Komdo, serta tuntutan lain diantaranya : Mengecam Pemprov NTT Viktor Laiskodat dalam perampasan tanah adat di NTT, Mengecam Pemprov NTT Viktor Laiskodat perampasan ruang hidup, menuntut pemerintahan Jokowi Ma’aruf segera berikan kepastian hak hidup terhadap warga eks Tim-tim, dan cabut Omnibus Law & isu turunannya.