Beranda Sosial Mahasiswa Papua Gelar Unjuk Rasa Tuntut Freeport Indonesia di Tutup

Mahasiswa Papua Gelar Unjuk Rasa Tuntut Freeport Indonesia di Tutup

Aksi AMP Malang, Mahasiswa Papua Malang, Mahasiswa Papua Tutup Freeport, Aksi Papua Malang
Unjuk Rasa Front Rakyat Indonesia untuk Kesejahteraan Papua dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Malang di Simpang Kayu Tangan Kota Malang.

MALANG, karna.id — Sejumlah mahasiswa asal Papua gelar unjuk rasa memperingati kontrak karya Freeport Indonesia 7 April di Simpang kayu tangan kota Malang.

Mahasiswa yang terdiri dari Front Rakyat Indonesia untuk Kesejahteraan Papua dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) menuntut PT. Freeport Mc Moran di tutup.

“Kehadiran PT. Freeport telah lama menjadi malapetaka bagi rakyat Papua Barat dan Freeport adalah akar konflik yang terjadi ditanah Papua. Jadi tuntutan kami disini yang pertama tutup freeport dari atas tanah Papua Barat”, Ujar Koordinator Lapangan, Alam Fauzi kepada karna.id di sekitar lokasi unjuk rasa, Rabu (7/4).

Baca juga: Sejarah Freeport Mc Moran, Belanda, Amerika dan Indonesia

Alam menjelaskan sejak kontrak karya pertama pada 7 April 1967 mulai beroperasi hingga tahun 2021 atau 60 tahun ini sebagai dampak buruk dari masuknya freeport di tanah Papua ialah adanya serangakai kekerasan demi kekerasan terjadi, khususnya terhadap dua suku asli pemilik ulayat yaitu suku Amungme dan suku Kamoro juga turut menghancurkan hutan adat suku-suku sekitar areal operasinya dan dampak lainnya pencemaran lingkungan dari pembuangan limbah sisa tambang yang mengakibatkan ekosistem baik biota air maupun darat tercemar.

Selain itu, Alam mengatakan pihaknya juga menyatakan menolak keberlanjutan Otonomi Khusus Papua (Otsus jilid II), berikan hak menentukan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi bangsa Papua Barat, stop rasis dan cabut Omnibus law.

Baca juga: Dampak Buruk Freeport Mc Moran terhadap Suku Amungme dan Suku Kamoro

“Tutup dan cabut seluruh perizinan perusahan nasional dan multi nasional dari atas tanah rakyat Papua Barat, Usut tuntas kasus pelanggaran HAM di tanah Papua dan di Indonesia dan Polda Jawa Timur segera tangkap dan adili Kapolresta Malang Kota, pelaku rasis terhadap mahasiswa Papua”, katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here