Beranda Opini Pancasila: Bagaimana Peran Pancasila Sebagai Ideologi bagi Negara Repubilik Indonesia...

Pancasila: Bagaimana Peran Pancasila Sebagai Ideologi bagi Negara Repubilik Indonesia di Era Digital?

Mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang
Mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang

Secara Etimologi, ideologi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas 2 kata, yaitu Idea dan Logos. Idea yang berarti gagasan, cita-cita atau konsep,dan Logos yang berarti pemikiran. Jadi, secara etimologi, Ideologi berarti ilmu yang meliputi kajian tentang asal usul dan hakikat ide atau gagasan. Hakikat Pancasila adalah pandangan hidup bangsa sebagai dasar Negara Indonesia.

Pancasila merupakan  dasar Negara dan juga pandangan hidup masyarakat Indonesia yang memiliki status resmi yang tercantum pada Alinea ke IV dalam Undang-undang Dasar Tahun 1945. Pandangan mengenai arti Ideologi sendiri juga dikemukakan oleh para ahli, seperti Drs. Moerdiono, yang mengemukakan bahwa Ideologi adalah a system of ideas, akan mensistematisasikan seluruh pemikiran mengenai kehidupan ini dan melengkapinya dengan sarana serta kebijakan dan strategi dengan tujuan menyesuaikan keadaan nyata dengan Nilai-nilai yang terkandung.

Dari pemaparan Di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ideologi adalah suatu pemikiran yang berisi Nilai-nilai tertentu untuk mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai. Dalam konteks ideologi, Pancasila adalah sebuah rangkuman nilai-nilai yang ingin dituju oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pancasila sebagai ideologi sekaligus dasar negara yang mengandung Nilai-nilai luhur yang harus melekat dan menjadi ciri bangsa Indonesia, harus mampu tercermin dalam aktivitas kehidupan sehari-hari, juga sebagai pondasi, asas dan pandangan serta pedoman hidup bangsa Indonesia karena didalamnya memuat Nilai-nilai luhur yang mengatur tatanan kehidupan dan menjadi ciri bangsa yang dimiliki oleh rakyat kita.

Warga negara Indonesia terutama generasi muda harus mengetahui, memahami, dan menanamkan serta berpedoman pada nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila sebagai pondasi moral dalam kehidupan sehari-hari serta harus terus menjaga jati diri bangsa yang berbeda dengan Bangsa-bangsa yang lain. Namun pada era digital yang melanda dunia sekarang ini, kemajuan teknologi adalah suatu hal yang tak bisa dihindari dan dibendung. Karena, teknologi berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan.

Indonesia menjadi salah satu negara yang menikmati dan dipengaruhi oleh era digital saat ini. Era digital adalah dampak dari adanya arus globalisasi yang tidak terikat oleh waktu dan ruan. Menurut Chapman dan Keney dalam bukunya Digital Library Management mengatakan bahwa era digital adalah kondisi dimana semua aktifitas kehidupan menggunakan media digital. Kemajuan zaman memiliki 2 aspek pengaruh pada kehidupan yaitu pengaruh Positif dan Negatif. Meskipun dalam memanfaatkan teknologi memiliki manfaat yang sangat berguna namun terdapat pengaruh negatifnya juga yang sangat nyata serta terlihat yaitu masuknya perkembangan budaya asing atau budaya barat kedalam bangsa kita ini yaitu Negara Indonesia, hal tersebut adalah konsekuensi logis dari adanya arus globalisasi, sehingga hal tersebut sudah merupakan suatu hal yang biasa pada saat ini.

Kemajuan pengetahuan dan teknologi tersebut kiranya dapat menjadi sarana untuk memudahkan bangsa Indonesia mencapai Cita-citanya yakni mewujudkan masyarakat yang sejahtera mencerdaskan kahidupan bangsa dan turut menjaga ketertiban dunia. Pancasila yang merupakan ideologi negara Republik Indonesia adalah ideologi yang sangat sesuai dengan kondisi zaman apapun, hal tersebut pernah disampaikan oleh Presiden Jokowi melalui akun instagramnya (1/9/20) bahwa ideologi Pancasila terbukti berhasil memandu bangsa Indonesia dalam melewati tantangan dan ujian yang pernah dihadapi, mulai dari zaman kemerdekaan, masa pembangunan, era Globalisasi hingga pada masa pandemi Covid-19 saat ini,

  “Setiap era dan zaman selalu datang dengan tantangannya sendiri. Bagi bangsa Indonesia, tantangan dan ujian dalam berbagai bentuk kita hadapi dizaman kemerdekaan, dimasa pembangunan, pada era globalisasi dan sekarang, negara kita ditantang dengan ujian yang tak alang kepalang : pendemi Covid-19” tulis Presiden Jokowi.

Ideologi sendiri sebenarnya memiliki fungsi yang sangat sentral bagi suatu negara, dimana fungsi dari ideologi sendiri adalah sebagai sesuatu yang memperkuat dan memperdalam identitas rakyatnya ( Prof. W. Howard wriggins ). Dari pernyataan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa ideologi adalah identitas dari suatu bangsa, sama seperti identitas yang dimiliki oleh setiap orang sebagai tanda pengenal, ideologi dapat dikatakan sebagai tanda pengenal dari suatu Bangsa tersebut. Maka dari ini, penulis mengajak masyarakat Indonesia serta Generasi Muda untuk menanamkan Jiwa Nasionalisme karena selain menjadi identitas, Ideologi juga memiliki fungsi lain yaitu fungsi Kognitif dan Orientasi dasar. Fungsi Kognitif memiliki artian bahwa Ideologi dapat menjadi suatu landasan bagi suatu Bangsa dalam memandang Dunia, sedangkan fungsi Orientasi dasar berarti Ideologi tersebut memberikan wawasan dan makna bagi rakyat dan juga memberikan tujuan bagi rakyatnya.

Oleh : Salwa Salzabilla Azzahra ( Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang )