Beranda Hukum Pembunuhan Berencana Hakim PN SUMUT Polisi Kewalahan

Pembunuhan Berencana Hakim PN SUMUT Polisi Kewalahan

Irjen Polisi Martuani Sormin, Pembunuhan Jamaluddin, Pembunuhan Hakim jamaluddin, konferensi pers
Konferensi Pers (Foto: VIVA news)

MEDAN, Karna.id —  Teka-teki kematian Hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin, berhasil diungkap Polda Sumut dan Polrestabes Medan.

Pembunuhan hakim berusia 55 tahun itu didalangi oleh istrinya bernama Zuraida Hanum(41) dan dalam eksekusinya dibantu oleh JP dan R yang tidak lain dua algojo yang telah dia sewa.

Terbaru, Zuraida angkat suara atas rentetan aksi keji yang dilakukannya.

1. Dibekap Bedcover

Pembunuhan itu berawal saat Jamaluddin tidur di rumahnya di Jalan Aswad, Perumahan Royal Monaco, Blok B Nomor 22, Medan, Sumatera Utara, pada 

Jumat, 28 November 2019.

Pada dini harii, Zuraida pergi menjemput JP dan R di Pasar Johor, Jalan Karya Wisata Medan. Setibanya di rumah, Zuraida membawa JP dan R menuju lantai tiga rumah Jamaluddin.

Setelah mendapat perintah dari Zuraida, pelaku JP dan R langsung membekap korban dengan bedcover dan sarung bantal. “Korban tewas karena dibekap sehingga kehabisan nafas. Ini terbukti hasil Forensik, diduga meninggal karena lemas”, katanya.

2. Dibuang ke Jurang

Pada pukul 04.30 WIB, JP dan R membawa jenazah Jamaluddin ke Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang dengan mengendarai mobil Toyota Land Cruiser Prado nomor polisi BK 77 HD warna hitam. Di sana, para pelaku meninggalkan Jamaluddin di dalam mobil tersebut di sebuah jurang. Korban ditinggalkan dengan kondisi terbaring di posisi bangku belakang.

3. Jenazah Jamaluddin Ditemukan Warga

Selang sehari Sabtu 29 November 2019 Pukul 16.00 WIB, warga menemukan mobil dan Jamaluddin tidak bernyawa. Polisi kemudian melakukan olah TKP.

4. Ada 48 Saksi Diperiksa

Polisi mengusut kematian Jamaluddin. Ada 48 saksi dimintai keterangan. “Sejauh ini, sudah 48 orang saksi yang diperiksa”, kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja kepada wartawan, Senin (23/12).

Saksi-saksi yang diperiksa merupakan rekan kerja, keluarga, juga orang-orang di kediaman hakim Jamaluddin.

5. Zuraida dan 2 Eksekutor Ditangkap

Selang 40 hari kematian jamaluddin, polisi menetapkan Zuraida sebagai otak pelaku pembunuhan. 2 Eksekutor juga ikut ditahan pada Selasa, 7 Januari 2020

Tiga orang pelaku itu ditangkap di beberapa lokasi terpisah. Mereka ditangkap oleh tim gabungan Jatanras Polda Sumut dan Reskrim Polrestabes Medan. Zuraida menjalani pemeriksaan secara intensif. Kemudian, polisi melakukan ekspos kasus tersebut pada Rabu 8 Januari 2020.

6. Zuraida Sewa Assassin

Zuraida rupanya membayar 2 orang untuk membunuh suaminya. Kedua orang yang disuruh itu berinisial JP dan R.

Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin menjelaskan, JP dan R dibayar Zuraida untuk membunuh Jamaluddin. “Berapa upah dan kepentingannya apa belum bisa (disampaikan)”, ujar Martuani saat jumpa pers di Mapolda Sumut, Jl Sisingamangaraja, Medan, Rabu (8/1).

7. Aroma Perselingkuhan

Polisi mendalami isu perselingkuhan di balik pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN Medan), Jamaluddin. Isu selingkuh mencuat karena otak dari pembunuhan hakim Jamaluddin ini tak lain ialah istri korban, Zuraida Hanum.

“Perselingkuhan itu masih belum bisa kita dalami. Perlu kita cari alat bukti dulu”, ujar 

Kapolda Sumut, Irjen Martuani Sormin di Mapolda Sumut, Jl Sisingamangaraja, Medan, Rabu (8/1)

8. Zuraida Kenal Eksekutor

Zuraida mengenal 2 eksekutornya, JP dan R, karena sama-sama jadi wali murid di sekolah anak masing-masing.

“Hubungan istri hakim PN Medan dengan salah seorang pelaku sementara hanya sesama wali murid di sekolah anaknya yang sama”, kata Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin di Mapolda Sumut, Jl Sisingamangaraja, Medan, Rabu (8/1).

Martuani menjelaskan Zuraida merupakan otak pembunuhan hakim Jamaluddin. Sedangkan JP merupakan eksekutor utama dan R eksekutor pembantu.

9. Kerap Cekcok

Motif pembunuhan hakim Jamaluddin akhirnya terbongkar. Jamaluddin dan Zuraida diketahui kerap cekcok,

“Motifnya masalah rumah tangga, mereka cekcok tidak ada titik temu, hingga terjadinya pembunuhan tersebut. Tidak ada jalan keluarnya”, kata Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin kepada wartawan di Mapolda Sumut, Jl Sisingamangaraja, Medan, Rabu (8/1).

10. Terancam Hukuman Mati

Zuraida dan 2 eksekutor pembunuh bayarannya JP dan R sebagai tersangka pembunuhan berencana. Ketiganya kini terancam hukuman mati.

“Ditetapkan pasal 340 subsider pasal 338 jo pasal 55 ayat ke (1), 1e, 2e, KUHPidana, Pasal 340 dengan ancaman pidana hukuman mati atau penjara seumur hidup. Pasal 338 ancaman hukuman 15 tahun penjara”, kata Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin dalam jumpa pers di Polda Sumut, di Jl Sisingamangaraja, Medan, Rabu (8/1)

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin menjelaskan, pihaknya menetapkan pasal pembunuhan berencana karena para pelaku memiliki alat bukti. Dia menjelaskan, hasil dari labfor dan cyber crime, menguatkan bahwa pembunuhan ini berencana.

Tidak mudah mengungkap pelaku pembunuhan Hakim Jamaluddin. Tim kepolisian dari Polda Sumut dan Polrestabes Medan berkoordinasi dengan tim Cyber Mabes Polri untuk mengungkap kasus ini.

“Kurun waktu yang cukup panjang dan hari ini merupakan hari ke-40 untuk mengungkap kasus ini. Saya sebagai Kapolda Sumatera Utara mengapresiasi kepada seluruh tim yang terlibat pengungkapan kasus ini termasuk masyarakat yang memberikan informasi kepada kami. Tetapi dengan bantuan Labfor Mabes Polri, Direktorat Cyber Crime Mabes Polri, penyidik memiliki informasi-informasi tambahan yang bisa menguatkan kasus ini direkonstruksikan sebagai kasus pembunuhan berencana”, kata Sormin.

“Pembunuhan cukup bagus, tanpa alat bukti dan tanpa kekerasan. Korban dibunuh dengan dibekap sehingga kehabisan napas sehingga terbukti dari hasil laboratorium forensik bahwa korban diduga meninggal karena lemas”, kata Sormin.

Sormin mengatakan para pelaku menjalankan aksi dengan baik tanpa meninggalkan jejak dan alat bukti. Hal ini membuat polisi harus menguras tenaga dan pemikiran untuk mengungkap pelakunya.