Beranda Opini Peran Mahasiswa dalam Mengawal Perkembangan Desa

Peran Mahasiswa dalam Mengawal Perkembangan Desa

Ilustrasi Pembangunan Desa
Ilustrasi Pembangunan Desa

Malang, Karna.id — Desa merupakan kesatuan wilayah yang dihuni oleh sejumlah keluarga yang mempunyai sistem pemerintahan sendiri, hal ini sejalan dengan penjelasan terkait desa yang tertulis dalam KBBI, desa merupakan wilayah yang dikepalai oleh seorang kepala desa. Saat ini, perkembangan desa dibeberapa wilayah di Indonesia terbilang cukup tertinggal jika dilihat dari beberapa sektor penting dalam perkembangan desa itu sendiri.

Berdasarkan pasal 1 UU No.6 Tahun 2014 yang membahas tentang Desa, dijelaskan bahwa desa dalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut merupakan kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Perkembangan desa saat ini terdapat permasalahan mendasar yang sering muncul, dua diantaranya ialah KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) di wilayah desa dan dilematika pendidikan. Berbicara tentang KKN di wilayah desa, kita ketahui bahkan sering mendengar akan banyaknya kasus-kasus atau permasalahan terkait penyalahgunaan anggaran dana desa demi kepentingan individu yang dilakukan oleh perangkat desa dan Kepala Desa. Hal ini dapat dilihat dari pembangunan desa yang tidak berjalan sesuai dengan sebagaimana mestinya dan tentunya hal ini sangat berpengaruh pada kestabilan perkembangan desa. Seharusnya pemerintah desa bisa lebih memahami dan menjalankan asas-asas yang disebutkan dalam pasal 24 UU No. 6 Tahun 2014 empat diantaranya ialah, keterbukaan, proposionalitas, profesionalitas, dan akuntabilitas.

Dilematiaka Pendidikan yang menjadi masalah disini ialah keterlambatan informasi terkait dengan perkembangan pendidikan dan pembangunan infrastruktur yang mendukung sektor pendidikan khususnya pada desa-desa tertinggal yang ada di Indonesia Timur. Hal ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan pendidikan yang seharusanya merata untuk semua wilayah di Indonesia.

Membahas terkait Pendidikan sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa nyatanya masih sangat tertinggal dilihat dari kurangnya SDM yang memiliki basic keilmuan sebagai tenaga pengajar di desa-desa tetinggal. Dari sini kita bisa lihat seharusnya sebagai warga negara yang berpendidikan terkhususnya tenanga pengajar sadar akan peran dan kewajibannya untuk turut andil mencerdaskan kehidupan bangsa seperti yang tertuang pada pembukaan UUD 1945 pada alinea ke-4.

Permasalahan pokok yang ada di desa cukup rumit dan saling berkaitan antara yang satu dengan yang lainnya, sehingga untuk mencari alternatif pemecahanpun diperlukan pemikiran yang komperhensif yang berarti memandang berbagai permasalahan yang ada sebagai satu kesatuan yang harus ditangani. Sejalan dengan permasalahan-permasalahn diatas, maka peran mahasiswa sebagai agent of change dan agent of control sangat diperlukan.

Mahasiswa harus terlibat dalam masalah pembangunan daerah terutama dalam lingkup paling kecil yakni desa. Mahasiswa harus turut andil untuk menjawab permasalahan yang hadir ditengah-tengah masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat. Mahasiswa juga merupakan aset bangsa sehingga dituntut untuk aspiratif, akomodatif, responsif, dan reaktif sebagai problem solver terhadap permasalahan pembangunan di wilayah desa.

Pada era informasi dan pengetahuan sekarang ini peran mahasiswa sebagai agent of change lebih dituntut agar mampu mengembangkan potensinya sehingga memiliki daya saing tinggi dalam masyarakat sebagai bentuk pengabdian ketika terjun langsung ke masyarakat nantinya. Oleh karena itu, mahasiswa harus hadir dan memposisikan diri sebagai Aktor, Edukator, Motivator, dan Akselerator sebagai bukti eksistensi yang menunjukan bahwa mahasiswa mempunyai peran yang sangat tinggi dalam pembangunan di Desa.

Oleh : Dhea (Mahasiswa Prodi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Malang).