Beranda Daerah Perluas Sistem Perlindungan Korban, Dinas P3A Kab. Malang Gelar Assesment

Perluas Sistem Perlindungan Korban, Dinas P3A Kab. Malang Gelar Assesment

MALANG, Karna.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sukses menggelar  assessment awal untuk Community Building hari pertama pada Senin 07 November 2022 kemarin. Kegiatan itu disambut antusias siswa korban tragedi kanjuruhan malang.

Kegiatan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan berakhir Kamis (10/11/2022) di sekolah SMP Hasanuddin Wajak Kabupaten Malang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas P3A) drg. Arbani Mukti Wibowo mengatakan, pelibatan sekolah dalam pemberian dukungan psikososial terhadap korban tragedi kanjuruhan sebagai perluasan sistem perlindungan pada anak terutama pada faktor emosi sosial.

Seperti diketahui, tragedi kanjuruhan menyisakan pilu mendalam bagi keluarga korban, termasuk kondisi psikologis korban pada anak. Baik yang terdampak langsung maupun yang menjadi saksi dalam tragedi tewasnya ratusan nyawa manusia.

Kehadiran kami dari Tim Gabungan Layanan Dukungan Psikososial yang di bentuk Dinas P3A disini untuk memberikan dukungan penuh terhadap anak-anak korban tragedi kanjuruhan. Selain itu, Arbani juga memastikan kondisi psikologis pada anak-anak segera pulih.

Baca juga: Kepala Dinas PPPA Kab. Malang; Community Building Sebagai Support Sistem Korban Tragedi Kanjuruhan

Ia menilai koordinasi bersama tim terbangun baik. Menurutnya pembukaan kelas community building ini merupakan salah satu wujud pendampingan nyata oleh UPTD PPA Dinas P3A Kabupaten malang bagi korban karena korban sangat perlu pendampingan “meski begitu masih banyak PR yang bisa dilakukan kedepannya untuk memberikan semngat bagi korban penyintas,”ungkapnya.

Adanya korban dan penyintas di sekolah dapat menambah resiko dan kerentanan yang perlu diperhitungkan pada masa rehabilitasi dan pemulihan.

Adapun faktor resiko kerentanan dapat terjadi karena beberapa hal yaitu;

  1. Lingkar pertemanan korban di kelas atau sekolah
  2. Siswa penyintas baik yang cedera maupun yang selamat
  3. Siswa yang memiliki minat dan hobi yang sama
  4. Juga karena kesejahteraan sosial seperti pelaku atau korban kekerasan fisik
  5. Siswa dengan catatan emosi sosial bermasalah.
    Kelima point ini menjadi catatan penting bagi Dinas P3A Kabupaten Malang.

Dikatakannya, para korban tragedi kanjuruhan yang berada di sekolah di kabupaten malang, menjadi fokus utama kita hingga hari Kamis (10/11/2022) nanti.

Baca juga: UPTD PPA Buka Hotline Layanan Pendampingan Psikologis Korban Tragedi Stadion Kanjuruhan

“Saya khawatir pada efek jangka panjangnya. Jika tak ada pendampingan seperti ini, tak ada upaya membantu mereka melewati trauma,” kata drg. Arbani.

Disisi lain, kita tidak dapat memantau para penyintas ini selama 24 jam dan apa saja kegiatan yang dilakukan.

Arbani mengatakan ini bentuk kepedulian langsung yg ditunjukkan Dinas P3A melalui UPTD PPA-nya.

“Kami berharap dengan adanya kelas community building ini dapat menambah semngat para penyintas dan segera pulih dari trauma,”imbuhnya.

Terlihat raut wajah gembira para siswa korban tragedi kanjuruhan saat mendapat menerima materi dari tim dinas P3A kabupaten Malang, pada Senin (07/11/2022) dok.istimewa

“Saya kira dengan kami terjun ke sekolah-sekolah untuk melaksanakan dukungan psikososial bagi penyintas tragedi kanjuruhan akan menjadi motivasi buat tim untuk bekerja dalam bidang kemanusiaan,”terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya Tim Gabungan Layanan Dukungan Psikososial ini terdiri dari Himpsi Malang, Fakultas Psikologi UMM, Fakultas Psikologi Unmer, Fakultas Psikologi UB, Fakultas Psikologi UIN Malang, Kun Humanity Sytem+, LKK-NU Kab Malang dan Millenial Utas.