Beranda Daerah Persetujuan Forkom Pokdarwis Kampung Tematik dengan Rektor UB Jalankan Program Merdeka Belajar

Persetujuan Forkom Pokdarwis Kampung Tematik dengan Rektor UB Jalankan Program Merdeka Belajar

MALANG, karna.id — Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) Kampung Tematik kota Malang bersama rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang melakukan memorandum of Understanding (MoU) terkait pengembangan program merdeka belajar. Adapun isi MoU terkait penelitian, pengabdian masyarakat, pengembangan sumberdaya manusia, belajar merdeka dan kewirausahaan. 
 
Penandatanganan MoU yang digelar di Gedung Perjamuan, UB Malang, Rabu (01/07) ini dihadiri oleh 20 Forkom Pokdarwis Kampung Tematik, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UB, Prof. Dr. Abdul Hakim, M.Si, dan Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama UB, Prof. Dr. Ir. Moch. Sasmito Djati, M.S, serta kepala seksi pengembangan pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Malang.
 
Prof. Sasmito mengatakan UB saat ini sedang menggagas kampung selingkar kampus melalui pengembangan Program Merdeka Belajar. Dalam program itu, terdapat 60 ribu lebih mahasiswa UB yang ingin mengabdikan diri di kampung-kampung. Output dari mengikuti program tersebut,kata Sasmito, nantinya mahasiswa akan mendapatkan kredit point untuk Program Merdeka Belajar.
 
”Karenanya pihak UB siap bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan salah satunya Pokdarwis Kampung Tematik di Kota Malang agar maju dan berdaya bersama,” kata Prof. Sasmito.
 
Prof. Abdul Hakim menambahkan kampus UB juga tengah merintis kampung wisata. Saat ini yang sudah berjalan di sekitar kampus 2 Kalisongo, kabupaten Malang. Prof. Abdul Hakim mengatakan MoU ini akan mendorong 20 kampung tematik menjadi destinasi wisata utama di kota Malang.
 
“Strateginya dengan melibatkan seluruh civitas akademika untuk menjadikan kampung tematik sebagai laboratorium merdeka belajar, pengembangan ekonomi kreatif dan memajukan kampung tematik sebagai kampung wisata andalan kota Malang,” katanya.
 
Usai penandatangan MOU, dilanjutkan dengan diskusi terfokus (FGD). Acara dipandu oleh staf ahli wakil rektor 3 UB, Ilhamudin Nukman, S.Psi, MA.
 
Ketua Forkom Pokdarwis Kota Malang, Isa Wahyudi mengatakan Pokdarwis kampung tematik yang mengelola 20 kampung tematik di kota Malang ingin maju bersama-sama. Dengan ragam karakter kampung yang berbeda, kata Isa, kampung tematik adalah kampung yang mandiri yang siap bekerjasama menjadi tempat medeka belajar bagi semua mahasiswa.
 
“Ini momentum kampung tematik di Kota Malang berjejaring dengan UB dan kampus-kampus lain di Malang,” kata penggagas Kampung Budaya Polowijen itu.
 
Ilhamudin yang merupakan dosen Psikologi UB mengatakan semua kampung tematik butuh branding sebagai kampung wisata. Langkah yang bisa dilakukan pihak UB dengan mealtih warga kampung tematik untuk mengelola webste, medsos, serta media mainstream lainnya. Untuk strategi promosi, kata Ilham, kampus melalui UB TV akan mempublikasikan dan mengiklankan semua kampung tematik. Adapun untuk peningkatan SDM, kampus siap menerjukan dosen menjadi mentor pengembangan kampung dan menerjunkan mahasiswa untuk terlibat belajar merdeka di kampung.
 
“Langkah ini penting untuk saling menginspirasi bahwa ketika mahasiswa belajar di kampung tematik di Kota Malang ini, mahasiswa akan mereplikasi kembali dan membangun kampung halamannya keteka mereka pulang,” imbuhnya. 
 
Ilhamudin juga mengusulkan bagaimana ada penyelenggaraan event budaya nasional yang berbasis di Kota Malang dengan melibatkan 20 kampung tematik dan civitas akademika.
 
“Sehingga langkah itu akan manarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Rencana ini bisa terlaksana tahun depan dengan catatan pandemi Covid-19 segera berlalu,” tukasnya. ***