Beranda Sosial Refleksi Sumpah Pemuda : Kolaborasi Dalam Manifestasi Nilai-nilai Sumpah Pemuda

Refleksi Sumpah Pemuda : Kolaborasi Dalam Manifestasi Nilai-nilai Sumpah Pemuda

Malang, Karna.id — Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Organisasi Ekstra Kampus UMM yang terdiri dari HMI Komisariat Teknik UMM, PMII Rayon Cakrawala UMM, dan GMNI komisariat UMM berkolaborasi mengadakan diskusi interaktif (24/10). Diskusi yang mengangkat tema Kolaborasi dalam Manifestasi nilai-nilai Sumpah Pemuda ini merupakan wadah silaturahmi bagi sesama organisasi ekstra kampus tersebut.

Sumpah Pemuda yang telah di kongreskan di Batavia (Jakarta) pada tanggal 28 Oktober 1928 ini memiliki makna semangat pemuda tentang betapa pentingnya semangat persatuan dan kesatuan. Bukan hal yang mudah bagi pemuda di kondisi yang tidak biasa ini, dituntut untuk banyak melakukan inovasi agar tetap produktif di masa pandemi. Akan tetapi, inovasi saja tidaklah cukup, diperlukan sebuah kolaborasi untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan dengan inovasi yang telah dibuat. Selain sebagai wadah silaturahmi, berangkat dari diperlukannya inovasi maka diperlukannya kolaborasi untuk merefleksikan Sumpah Pemuda. Sehingga, ketiga organisasi tersebut mencari tau dengan mendiskusikan nilai-nilai yang ada pada Sumpah Pemuda dari berbagai sudut pandang.

Pemateri dari berbagai latar belakang organisasinya (HMI, PMII, GMNI) ini memberikan pendapat dengan berbagai macam sudut pandang, mulai dari sejarah sumpah pemuda, makna sumpah pemuda, kondisi pemuda saat ini, hingga implementasi semangat pemuda di era ini. Diskusi terasa begitu hangat ketika pemateri saling melemparkan candaan terhadap forum, sehingga forum terasa begitu cair, santai tapi serius begitulah yang terjadi di forum silaturahmi tersebut.

Bung Karno pernah berkata “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncang dunia.” Kata-kata Bung Karno merupakan sebuah harapan bahwa masa depan bangsa tentu berada pada tangan pemuda saat ini, sebegitu pentingnya pemuda dalam membawa peradaban bangsa ini menuju lebih baik. Seperti yang dikatakan Bung Zainul Rahman bahwasanya pemuda saat ini jangan buta politik. Dengan begitu para pemuda harusnya bisa membaca politik untuk membawa bangsa lebih maju kedepannya.

Memaknai Sumpah Pemuda juga perlu diperhatikan dalam aspek sejarah. Karena pada saat menuju kemerdekaan, tentu para pemuda berjuang untuk bangsa Indonesia dengan mengedepankan semangat Kesatuan dan Persatuan. Jika ditinjau di masa kini, pemuda yang harusnya menjadi agent of change justru kehilangan esensinya. Sahabat Muhammad Zaki juga mengatakan bahwa Sarjana saat ini tidak mau terjun langsung ke masyarakt untuk mengabdikan dirinya sebagai agent of change, saat ini bukan lagi saatnya berkompetisi, akan tetapi saat ini waktunya berkolaborasi untuk memajukan bangsa Indonesia.

Kolaborasi dalam memajukan bangsa tentu merupakan salah satu wujud manifestasi nilai-nilai sumpah pemuda, yaitu persatuan dan kesatuan. Dengan semangat tersebut harusnya pemuda bisa memberikan suatu terobosan baru untuk memenuhi kebutuhan dari masyarakat Indonesia. Mahasiswa yang juga merupakan pemuda harus berada di tengah-tengah masyarakat untuk menjawab kebutuhan masyarakat, mahasiswa harusnya mampu membawa keilmuannya untuk menyelidiki segala bentuk kebijakan yang tidak pro terhadap masyarakat, Karena apabila kita meninjau kondisi saat ini, bahwa beberapa kebijakan dari pemerintah tidak pro terhadap rakyat. Maka sebagai salah satu wujud implementai nilai sumpah pemuda, yaitu dengan mengkritisi segala kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat. Seperti yang dikatakan oleh Kanda Fais Jika mengutip dari closing statement nya bahwa “Fungsi Mahasiswa hanya ada untuk masyarakat, genggaman tanganmu hanya untuk menolong orang yang tidak mampu, genggaman tanganmu hanya untuk berpihak kepada siapapun yang ditindas oleh penguasa”

Forum berjalan dengan lancar setelah penyampaian materi dan dilanjutkan sesi tanya jawab yang dilakukan oleh peserta forum dengan pemateri, terlihat bahwa dari berbagai sudut pandang ini memberikan sebuah gambaran ataupun pembelajaran dalam memaknai Sumpah Pemuda di masa kini. Tentunya forum diskusi seperti ini perlu dirawat, karena ruang intelektual seperti ini dapat meningkatkan tali silaturahmi antar sesama organisasi, selain itu forum seperti ini dapat menambah wawasan dari berbagai latar belakang organisasi. Diskusi interaktif dengan kolaborasi berbagai macam organisasi, khususnya organisasi ekstra kampus ini harus diadakan lagi sebagai salah satu wujud penerapan nilai-nilai Sumpah pemuda, demi terciptanya pemuda yang Bersatu, Bangkit dan Tumbuh.