Beranda Artikel SATGAS Covid-19 Butuh Sosok Ahli Ngira-Ngira Kiamat

SATGAS Covid-19 Butuh Sosok Ahli Ngira-Ngira Kiamat

Farhan Azizi

Kirolog alias ahli ngira-ngira alias orang dengan ilmu ngira-ngira kiamat sempat cukup populer beberapa tahun belakangan. Kirolog itu di antaranya Mama Lauren, Sunda Empire, dan beberapa saudara seperguruannya yang lain. Kendati mereka adalah kirolog yang tidak akurat, tetapi mereka punya pengikut yang banyak dan pengaruh yang kuat.

Umat manusia membayangkan kiamat dengan peristiwa yang begitu menyeramkan. Peristiwa kehancuran alam semesta yang tidak diharapkan oleh siapa saja, terutama manusia dengan keimanan mungil. Itulah sebabnya mereka mempercayai perkiraan kiamat dari seorang kirolog.

Laurentia Pasaribu alias Mama Lauren adalah kirolog kiamat yang pertama di Indonesia. Kirologi atau teori ngira-ngira kiamatnya adalah “kiamat 12/12/2012”. Entah, bagaimana metodologi yang digunakan? Apakah hisab atau rukyat hilal? Kiamat 12/12/2012 muncul begitu saja.

Begitu saja, kirologi itu memudarkan dan menghilangkan kemampuan sami’na wa analisa orang Indonesia. Karena tidak sedikit orang Indonesia yang tiba-tiba sami’na wa atho’na kepada kirologi itu. Mereka menelan mentah kirologi tanpa menelusuri latar belakang pendidikan dan keturunan kirolognya. Meskipun akhirnya sang kirolog meninggalkan kita untuk selama-lamanya. “innalillahi wa inna ilaihi roji’un.”

Namun sebelum berpulang, beliau mewariskan ilmunya kepada seseorang. Karena beberapa tahun setelah itu muncul seorang kirolog baru yang mendirikan kelompok kirologi bernama “Sunda Empire”. Kelompok kirologi dengan jargon “ABCD” yang akhirnya nyangkut di penjara suci.

Kelompok tersebut mengeluarkan kirologi “Bumi Masa Tenggang”. Dengan gagah, tampan, dan berani kelompok tersebut mengatakan bahwa bumi harus melakukan daftar ulang untuk memperpanjang masa aktifnya. Kendati cukup aneh, kelompok itu memiliki anggota yang terbilang banyak. Artinya, ada orang-orang yang percaya hal itu, loh.

Selain itu, telah tercatat dalam sejarah dunia lima kirologi kiamat yang gagal. Pertama, kirologi Y2K di era 90-an yang memperkirakan bahwa tidak mungkin ada kalender tahun 2000. Kendati kirologi itu tidak pasti terjadi, namun tidak sedikit pula orang yang mempercayai hal itu. Banyak sekali orang yang berbondong-bondong menimbun persediaan makanan dan menjauhi hiruk-pikuk kesenangan dunia, lantaran takut akan terjadi kiamat.

Kedua, kirologi Komet Elenin yang datang dari seorang astronom asal Rusia bernama Elenin, sesuai nama kirologinya. Kirologi yang memperkirakan bahwa pada Agustus hingga Oktober 2011 akan terjadi tabrakan penuh antara Bumi dan komet. Tepat ketika tabrakan itu terjadi akan terjadi kiamat. Meskipun komet dilaporkan akan hancur berkeping-keping ketika memasuki tata surya kita, tetap saja banyak orang yang mempercayainya.

Ketiga, kirologi Kalender Suku Maya. Mungkin kirologi ini adalah kirologi yang paling terkenal di Indonesia. Kirologi ini muncul pada tahun 2012 atau sama seperti kirologi kiamat 12/12/2012 di atas. Kalender kuno Suku Maya menyebut bahwa akhir dunia akan jatuh pada tanggal 12 Desember 2012.

Banyaknya fenomena dan bencana alam dipercaya sebagai gejala-gejala yang menunjukkan kirologi ini. Tetapi, NASA akhirnya turun tangan. NASA berkesimpulan bahwa Kalender Sukus Maya tidak akan bisa sesuai jika dikonversikan ke kalender modern. Sehingga, kalaupun akan terjadi kiamat tanggalnya tidak akan setepat itu.

Keempat, kirologi Fenomena Blood Moon yang muncul setelah kiamat Kalender Suku Maya. Kirologi ini membuat masyarakat benar-benar menimbun persediaan makanannya untuk menghindari kiamat. Sudah lama, para cendekiawan Kristen kuno mengasosiasikan Blood Moon atau gerhana bulan darah dengan kiamat. Karena dalam kisah para Rasul disebut bahwa “matahari akan berubah menjadi kegelapan dan bulan menjadi darah.”

Hal itu merupakan sebuah metafor dari hari kiamat. Sehingga, gerhana bulan darah secara nyata dianggap sebagai akhir dunia. Juga diperburuk dengan adanya kejadian-kejadian gerhana di tahun 2014 seperti serangkaian gerhana bulan darah selama empat bulan yang disebut tetrad. Walhasil kirologi kiamat ini lagi-lagi tidak terjadi.

Kelima, kirologi Planet Nibiru atau planet fiksi yang dipercaya akan tabrakan dengan Bumi. Banyak yang percaya bahwa ini adalah planet yang dikontrol oleh UFO raksasa. Tentu ini konyol. Jangankan tabrakan, planetnya pun tidak ada.

Pada intinya, semua kirologi-kirologi di atas hanyalah membuat umat manusia resah dan gelisah. Kendati demikian, terdapat hikmah atau pelajaran berharga yang dapat kita petik. Hikmahnya adalah memningkatkan kecintaan manusia kepada diri sendiri dan Pencipta.

Sebagai warga negara yang cinta tanah air, saya ingin memberikan saran menarik bagi Pemerintah Indonesia. Saat ini, Pemerintah tengah kesulitan menurunkan angka penyebaran dan penularan Covid-19, kan? Menurut saya Pemerintah perlu menghadirkan kembali sosok ahli ngira-ngira kiamat itu. Karena nantinya, ahli ngira-ngira itu dapat menjadi supporting sistem Pemerintah dalam menekan angka penyebaran dan penularan Covid-19 di Indoneisa.

Praktisnya gini: Pemerintah bisa membuat bidang khusus ahli ngira-ngira dalam struktur SATGAS Covid-19. Misalnya, “Departemen Penerawangan Akhir Masa Pandemi Covid-19,” dengan jobdesk ngira-ngira akhir pandemi. Apakah new normal atau new world alias dunia baru atau kiamat? Atau, departemen itu bisa juga ditugaskan membuat bayangan akhir pandemi yang menyeramkan. Bayangan yang menyeramkan itu akan membuat orang Indonesia resah dan gelisah, sehingga mereka meningkatkan kecintaan kepada diri sendiri dan Pencipta.

Tetapi sebelumnya, Pemerintah perlu mencari tahu terlebih tahulu tentang siapa saja ahli ngira-ngira yang layak berada di departemen itu. Misalnya, mencari tahu garis keturunan ilmu dari Mama Lauren. Tentu bukan sekadar garis keturunan, tetapi garis keturunan yang berjiwa nasionalis sebagai tolak ukur militansi mereka dalam menjalankan tugas.

Maka dengan terbentuknya “Departemen Penerawangan Akhir Masa Pandemi.” SATGAS Covid-19 akan terbantu dalam menertibkan masyarakat untuk lebih taat pada protokol kesehatan. Minimal membantu dari segi meningkatkan kecintaan dan kepedulian masyarakat kepada diri sendiri dan Pencipta.

Dengan demikian Pemerintah tidak perlu lagi repot-repot menghimbau masyarakat untuk taat protokol kesehatan dan sebagainya. Karena dengan adanya bayangan kiamat, secara sadar dan mandiri masyarakat akan melakukan vaksin, menjaga jarak, tertib PPKM dan menjalakan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19 lantaran takut akan terjadi kiamat.

Oleh: Muhammad Farhan Azizi (Pemuja Kerang Ajaib)

Yuk, lihat, yuk! Koleksi kerang ajaib saya di @farhanaziziliterasi dan @mfarhan_azizi