Beranda Artikel Senjata Makan Tuan

Senjata Makan Tuan

Gambar Senjata Makan Tuan
Sumber: https://ahtenane.com/9733/

Kadang kala, pengetahuan menjadi senjata makan tuan. Menjadi senjata makan tuan dikarenakan dua wajah yang dimiliki pengetahuan, yaitu kebijaksanaan dan keangkuhan. Kebijaksanaan menjadi pengaman, sementara keangkuhan menjadi ancaman.

Misalnya, pengetahuan telah menopang tuan membuat mesin yang begitu canggih. Ketika mesin itu menuai kemanfaatan maka itulah pengetahuan dengan wajah kebijaksanaan. Sebaliknya, ketika mesin itu memperbudak tuan, maka di situlah ia hadir dengan wajah keangkuhan.

Bersamaan dengan keangkuhan itu, pengetahuan akan membawa tuan membenci kebijaksanaan. Maka dalam konteks keangkuhan itu yang dimaksud dengan senjata makan tuan. Ia membuat tuannya berada di situasi yang tidak karuan dan jauh dari kebijaksanaan.

Pengetahuan yang Tak Karuan

Apakah tuan pernah melihat sejumlah orang dengan pengetahuan alias guru, dosen, atau ilmuan tersenyum jemawa saat mendengar pendapat tuan? Apakah tuan pernah diminta untuk bercita-cita besar, tetapi mereka tidak menunjukkan jalan meraih cita-cita itu?

Mbah Margaret Mead salah seorang Antropolog yang terkenal karena studinya tentang masyarakat Oseania menjawab pertanyaan itu dengan mengatakan seperti ini: “Nenek ingin aku memperoleh pendidikan (pengetahuan), karenanya ia melarangku sekolah.”

Mungkin, perkataan si Mbah cukup aneh di telinga tuan-tuan sekalian. Tetapi, itulah sebab si Mbah bisa terkenal karena pengetahuan. Pengetahuan baginya adalah petunjuk, pengarahan, atau kendaraan yang bisa digunakan untuk ke mana saja.

Di saat tuan menggunakan kendaraan dengan kebijaksanaan maka tuan akan selamat sampai tujuan. Tapi, jika tuan menggunakan kendaraan dengan keangkuhan maka tuan akan sangat jauh dari keselamatan, dan mungkin saja tuan kecelakaan di tengah jalan.

Begitulah pengetahuan, tidak boleh salah menggunakannya. Karena, jika salah menggunakan sedikit saja, ia dapat menjadi senjata yang siap membunuh tuan. Setelah itu, ia akan membawa tuan kepada kesesatan, kesombongan, kehancuran, kesengsaraan, untuk akhirnya semakin jauh dari kebijaksanaan.

Wahai tuan-tuan sekalian, memang benar setiap tuan memerlukan pengetahuan. Tetapi, jangan sampai pengetahuan membuat tuan-tuan tidak karuan dan jauh dari kebijaksanaan. Tentu, tuan-tuan punya kebebasan, tetapi tuan tidak boleh kebablasan. Karena tuan terikat peraturan, maka tuan tidak boleh sembarangan.

Oleh: Muhammad Farhan Azizi (Pemuja Kerang Ajaib)

Yuk lihat koleksi kerang ajaib di Instagram @farhanaziziliterasi dan Twitter @mfarhan_azizi