Beranda Daerah SKSG UI Bekali Strategi Digital Marketing bagi Pelaku UMKM Tirtajaya Depok

SKSG UI Bekali Strategi Digital Marketing bagi Pelaku UMKM Tirtajaya Depok

DEPOK, karna.id — Dalam rangka digitalisasi usaha UMKM di Kelurahan Tirtajaya Depok, Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia membuat dan mengembangkan prorotype web sederhana untuk memudahkan transaksi jual beli antara UMKM dan customer atau pembeli.

“Ini fitur yang memudahkan untuk komunikasi dua arah transaksi sampai produk itu jadi atau produk itu dibeli dan terkirim,” kata Muhammad Resha saat berbicara dalam Focus Group Discussion “Pembuatan Prototype Web Dalam Rangka Digitalisasi Usaha UMKM di Kelurahan Tirtajaya Depok” secara virtual, Minggu (18/10/2020).

Secara rinci, Resha menjelaskan proses terhubungnya UMKM dengan customer yang dibagi menjadi beberapa alur. Pertama, UMKM di lingkungan Kelurahan Tirtajaya, Depok melakukan registrasi bisa dilakukan secara manual maupun online.

“UMKM yang datang dapat dilayani oleh admin untuk di registrasi sebagai UMKM kalau MKM itu registrasi secara online maka Tugas admin adalah validasi,” lanjutnya.

Setelah dilakukan validasi kepada UMKM, maka UMKM dapat melakukan update profil dan melengkapi semua info tentang produknya.

Hal ini agar publik mengetahui dan percaya pada UMKM dan produk yang dijual. Kemudian barulah customer dapat mengkases produk yang dijual UMKM.

“Setelah itu baru aplod produk yang dibuat ini unlimited kita tidak membatasi jumlah produk UMKM,” jelasnya.

Kemudian setelah itu customer akan tanya jawab lebih dahulu atau melihat ketersediaan produknya dan UMKM bersedia untuk menjawab.

“Misalnya produk beras 5 kg ini terpublish boleh jadi customer dapat menanyakan apakah beras itu ada stoknya atau tidak. Setelah itu baru di order oleh customer. Mungkin tanya jawab itu ada dalam satu sistem Whats App, ini saya lihat lebih gampang lebih mudah,” paparnya.

Untuk sistem pengirimannya, Resha mengakui belum tersedia dalam sistem ini. Sebab, transaksi yang terjadi masih dalam satu kelurahan sehingga dianggap bahwa pembeli itu dan penjual berada dalam lingkungan yang berdekatan.

Meskipun demikian, pihaknya nanti bisa mengembangkan untuk sistem yang lebih besar melibatkan sistem transportasi.

“Tetapi kami belum memikirkan sampai ke sana jangkauan program itu kira kira sampai,” ungkapnya. ***