Beranda Hukum Soal Penggundulan Guru, HMI Cabang Malang Kecam Tindakan Aparat Kepolisian

Soal Penggundulan Guru, HMI Cabang Malang Kecam Tindakan Aparat Kepolisian

konferensi pers polres sleman kasus sisir sungai SMPN 1 Turi Sleman oleh Waka Polres Sleman Kompok M.Kasim Akbar Bantilan, SIK.,MM
konferensi pers polres sleman kasus sisir sungai SMPN 1 Turi Sleman oleh Waka Polres Sleman Kompok M.Kasim Akbar Bantilan, SIK.,MM

MALANG, karna.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang mengecam tindakan aparat kepolisian Polres Sleman menggunduli guru pembina pramuka SMPN 1 Turi Sleman yang ditetapkan sebagai tersangka insiden susur sungai.

Ketua Bidang Politik Pertahanan dan Keamanan (Polhankam) HMI Cabang Malang Nanang A. Daud menilai tidakan Polisi atas guru sangat tidak etis dan mencederai profesi guru.

“Penggundulan kepada tiga guru Pembina pramuka SMPN 1 Turi Sleman itu sangat tidak etis dilakukan”, ujar Nanang kepada karna.id, Rabu (26/2).

Baca Juga: Soal Penggundulan Guru Pramuka Di Sleman, Organisasi Guru Indonesia Kritik Keras Perlakuan Polisi

Menurut Nanang dalam penanganan kasus yang disangkakan kepada tiga guru itu kepolisian harus tetap bertindak sesuai dengan aturan hukum yang belaku dan tidak merendahkan harkat dan martabat manusia.

Hal senada juga disampaikan Ketua Bidang Hukum dan HAM HMI Cabang Malang Fabitulrahmat.

“Bahwa standar prosedur penyidikan yang telah ditetapkan mewajibakan Aparat Kepolisian melakukan proses penyidikan yang humanistic dan menjunjung tinggi asas presumption of innocence (praduga tak bersalah) untuk seluruh tersangka maupun terdakwa sebelum adanya putusan dari hakim”, kata Fabitulrahmat saat dihubungi karna.id, Rabu (26/2).

Fabi mengatakan soal 10 siswa yang tewas pada kegiatan susur sungai  Sempor Donokerto Turi, Sleman Polisi seharusnya bertindak sesuai prosedur dengan mempertimbangkan aspek kehormatan profesi guru.

“Tindakan tersebut secara tidak etis mendelegitimasi hak-hak asasi tersangka. Sebagai Law Enforchement (aparat penegak hukum) tidak sepatutnya melakukan Eighen Rechting berupa pembotakan terhadap tersangka”, katanya.

HMI Cabang Malang meminta Kapolri untuk menindak tegas aparat kepolisian yang melakukan penggundulan kepada tiga guru tersangka dalam kasus susur sungai pramuka SMPN 1 Turi Sleman.

“Kami minta Kapolri mengevaluasi Kapolda DIY dan Kapolres Sleman atas kasus ini. Bagaimanapun ketiga tersangka itu adalah seorang pendidik (Guru)”, tadas Kabid Polhankam, Nanang.