Beranda Sosial PINBAS MUI Jatim Dorong Generasi Millenial Jadi Pebisnis Syariah melalui Kelas Trainee

PINBAS MUI Jatim Dorong Generasi Millenial Jadi Pebisnis Syariah melalui Kelas Trainee

Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah Dr. Ir. Jumadi MMT
Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah Dr. Ir. Jumadi MMT

SURABAYA, karna.id — Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengadakan Kelas Trainee dengan tema Masa Depan Peternakan Domba Kambing di era 4.0. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari di Hotel Papilio pada tanggal 19-20 Oktober 2021.

Ketua Pusat Inkubasi Bisnis Syariah Dr.Ir. Jumadi MMT Mengatakan Ekonomi kerakyatan adalah pendekatan ekonomi yang berlandaskan pada kekuatan ekonomi rakyat. Artinya, adalah pendekatan ekonomi yang mendorong dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anggota masyarakat untuk bisa berpartisipasi dan berkolaborasi dalam proses geliat ekonomi. Bukan saja penonton tetapi menjadi bagian aktif dalam proses gerak ekonomi.

Ekonomi kerakyatan adalah pendekatan yang disatu sisi tetap berada dalam kerangka ekonomi pasar, namun disisi lain menghadirkan negara dan partisipasi publik sebagai bauran kolaboratif demi lahirnya kesejahteraan dan pemerataan. Upaya bersama untuk mencapai cita-cita adil dan makmur.

“Kesempatan sekaligus tantangan besar bangsa Indonesia adalah bonus demografi yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2030-2040. Disatu sisi akan terjadi puncak populasi orang Indonesia yang berada pada usia produktif, yang mana bisa menjadi motor besar penggerak ekonomi nasional. Itu adalah peluangnya”. Kata Jumadi dalam sambutan kelas Trainee.

Selain itu Jumadi mengatakan kegiatan ini kedepan akan berlanjut dengan menggerakkan anak-anak millenial ini untuk menjadi entrepreneur di bidang komoditas domba karena melihat pasar yang sangat besar untuk komoditas tersebut sehingga ini akan menjadi fokus ke depan PINBAS MUI Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut Ketua MUI Jawa Timur KH. Syafrudin Syarif mengatakan Namun disisi lain, tantangannya adalah, ekonomi harus bisa disiapkan sedemikian rupa untuk bisa menghadirkan lapangan kerja seluas-luasnya bagi mereka. Generasi muda Indonesia adalah ujung tombak dalam menyambut bonus demografi tersebut.
Tantangan lainnya adalah pesatnya perkembangan teknologi dan inovasi, yang merubah dengan cepat dan mendasar pola dan gerak ekonomi.

“Teknologi baru melahirkan pola produksi dan aktifitas ekonomi yang baru juga. Karena itu tenaga kerja baru, khususnya anak muda yang akan dan baru memasuki dunia kerja, harus dapat menyesuaikan dan beradaptasi dengan perubahan yang pesat tersebut. Diperlukan ketrampilan dan pengetahuan yang menyesuaikan dengan kecepatan perubahan teknologi dan inovasi tersebut”. Kata KH. Syafrudin Syarif.

Harapannya melalui kelas Trainee mampu menjadi lokomotif dalam menciptakan entrepreneur baru dikalangan anak muda dan bisa menguatkan peran MUI sebagai perekat bangsa, yaitu pelayanan masyarakat (khadimul ummah) dan mitra pemerintah (shadiqul hukumah).

MUI mendorong pemberdayaan ekonomi keumatan melalui arus baru ekonomi Indonesia karena jika ekonomi umat menjadi kuat maka negara Indonesia juga akan kuat.

Selain kelas trainee kegiatan dilanjutkan dengan melakukan kunjungan lapangan ke PT. mendomart, Pacet Mojokerto untuk menambah wawasan dalam praktik pengelolaan domba.

Oleh K.R. Tumenggung Purbonagoro