Beranda Hukum Terduga Teroris Anggota MUI, Forum Komunikasi Santri Indonesia Dukung Penangkapan Teroris...

Terduga Teroris Anggota MUI, Forum Komunikasi Santri Indonesia Dukung Penangkapan Teroris Jamaah Islamiyah

JAKARTA, karna.id — Tim Densus 88 Antiteror Polri kembali menangkap empat terduga teroris kelompok Jamaah Indonesia di Lampung pada Jumat (5/11). Ke empat pelaku ini ditangkap di lokasi yang berbeda yaitu satu di Kabupaten Lampung Selatan, dua di Kota Metro dan satunya di Lampung Timur.

Terduga teroris tersebut berinisial SW (47), FR (37), AA (42), dan NS (42). Sebelumnya Tim Densus 88 sejak 31 Oktober sampai 2 November 2021 telah menangkap tiga terduga teroris, yakni SU (61), DRS (47), dan SK (59),

Mereka ditangkap atas dugaan penggalangan dana aksi terorisme menggunakan kotak amal melalui Yayasan Ishlahul Umat Lampung atau Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAZ BM ABA). Oleh karena itu Tim Densus turut mengamankan ratusan kotak amal LAZ BM ABA dan beberapa barang bukti lainnya dari dua lokasi berbeda.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengaku terkejut sekaligus prihatin atas penangkapan terhadap seorang anggotanya, Ahmad Zain An-Najah, oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

MUI adalah organisasi para ulama yang merupakan representasi dari semua organisasi masyarakat Islam, seperti NU dan Muhammadiyah. Seharusnya MUI tidak menoleransi tindakan terorisme.

Ketua DPP Forum Komunikasi Santri Indonesia (Foksi) Menyampaikan pihaknya mendukung upaya pemerintah dalam memberantas terorisme demi menjaga keutuhan negara, karena rakyat Indonesia harus mendapatkan perlindungan yang aman dan bebas dari radikalisme serta terorisme.

“Kami mendukung penuh upaya pemerintah dalam memberantas dan menindak tegas pelaku terorisme yang terus mengancam keamanan masyarakat kita, bahkan benih-benih pemikiran Radikal harusnya tidak bisa dibiarkan”. Kata M. Natsir (Ketua DPP Forum Komunikasi Santri Indonesia).

Selain itu Nashir juga menambahkan bahwa seharusnya MUI tidak akan memberikan toleransi soal terorisme. Selain itu MUI tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan penegakan hukum yang adil dan berkepastian hukum.