Beranda Artikel Terpilih Kembali, Inilah Profil Lengkap Komisioner KPI Pusat Nuning Rodiyah

Terpilih Kembali, Inilah Profil Lengkap Komisioner KPI Pusat Nuning Rodiyah

KARNA.id – Nuning Rodiyah merupakan salah seorang tokoh perempuan yang saat berkiprah di kanca nasional. Nuning lahir di Ponorogo pada 10 Desember 1979. Pendidikan informal yang tempuh S-1 Pendidikan Agama Islam di STAIN Malang (2002), Magister Pedidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya (2010) dan S2 Profesi Media dan Komunikas Universitas Airlangga Surabaya (2013).

Perempuan yang masa mudanya menghabiskan waktu sebagai aktivis ini tercatat pernah menjadi Ketua Pusat Studi Gender dan Perlindungan Anak Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Ketua Korps HMI-Wati Badan Koordinasi (Kohati Badko) Jawa Timur Wakil Ketua KNPI Jawa Timur Bidang Diplomasi Publik dan Luar Negeri, Wakil Sekretaris ICMI Jawa Timur, Manajer Program Koalisi Perempuan Indonesia Jawa Timur dan hingga saat ini menjabat sebagai Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jawa Timur serta Presidium Majelis Nasional Forum Alumni HMI Wati (FORHATI).

Selain itu, Perempuan yang juga Dosen Universitas Muhamadiyah Sidoarjo sejak tahun 2010 ini pernah menjadi Konsultan Manajemen Komunikasi dan Pelayanan Publik PT Kualita Prima Indonesia, Komisioner Komisi Pelaynan Publik Provinsi Jawa Timur 2006-2016 dan Ketua Komisi Pelayanan Publik Provinsi Jawa Timur 2012-2013.

Lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya ini kembali terpilih sebagai anggota KPI Pusat untuk masa bakti 2019-2022. Selama tiga tahun di KPI pada periode 2016-2019, Nuning dipercaya mengawal bidang Pengawasan Isi Siaran bersama tiga komisioner KPI Pusat lainnya. Dengan spesialisasi pengawasan pada siaran pemilu/ pilkada dan pornografi, Nuning dengan lihai mengembangkan jaringan untuk menghadirkan berbagai kerja sama antar lembaga dengan KPI.

Pada periode keduanya di KPI Pusat, Nuning kali ini menjadi anggota bidang kelembagaan. Tekadnya, KPI harus semakin eksis di masyarakat sebagai lembaga yang terpercaya mengemban amanah publik di dunia penyiaran. Untuk itu, Nuning akan meluaskan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan penyiaran penguatan program literasi media di tengah masyarakat. Baginya kerja sama antar lembaga serta literasi media merupakan kata kunci dalam menghadirkan sinergi KPI dengan masyarakat guna menghadirkan serta mendukung eksistensi program siaran berkualitas.

Nuning pernah meraih penghargaan sebagai Tokoh Peduli Budaya Lokal dalam ajang International celaket cross cultural festival (ICCCF) 2017. Tokoh asal Jawa Timur ini meyakini bahwa banyak persoalan kebangsaan yang sesungguhnya sangat berkaitan dengan kebijakan penyiaran saat ini. Oleh karena itu, dirinya merasa harus memaksimalkan fungsi penyiaran dalam ikut serta memperbaiki kondisi kebangsaan yang sedang karut marut ini.