Beranda Covid-19 Aliansi Generasi Emas Pemuda Santri Milenial Dukung Vaksin Gotong Royong untuk Percepat...

Aliansi Generasi Emas Pemuda Santri Milenial Dukung Vaksin Gotong Royong untuk Percepat Vaksinasi

JAKARTA, karna.id — Aliansi Generasi Emas Pemuda, Santri, dan Milenial menyambut baik dan mendukung penuh hadirnya vaksin gotong royong dalam rangka mempercepat proses vaksinasi di Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh empat lembaga dan organisasi kepemudaan di antaranya Penggerak Milenial Indonesia (PMI), Indonesian Public Policy Assembly (IPPA), Forum Komunikasi Santri Indonesia (Foksi), dan Indonesian Youth Circle (IYC).

“Upaya pemerintah dalam wujudkan herd immunity masyarakat Indonesia harus mendapat dukungan dari berbagai kalangan dalam hal ini termasuk kaum Milenial”. Kata Koordinator PMI, M. Adhiya Muzakki.

Selain itu Adhiya menyampaikan vaksinasi di Indonesia masih tergolong rendah. Dengan jumlah penduduk yang sebegitu besar, akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan vaksinasi nasional. Hadirnya vaksin gotong royong yang diperuntukkan untuk individu, akan membantu mempercepat vaksinasi di Indonesia.

“Hadirnya vaksin gotong royong ini sebenarnya akan mempercepat kita keluar dari zona pandemi. Hanya saja, beberapa oknum memanfaatkan hal itu untuk kepentingan politik tertentu,” ujar Adhiya kepada karna.id pada Selasa (13/7).

Demi kepentingan bersama Aliansi ini pihaknya meminta kepada seluruh elite politik agar tidak saling tuding dan saling menyalahkan. Sebab, menurutnya, saat ini bukan saatnya waktu yang tepat untuk cari panggung dan cari simpati masyarakat.

“Nggak usah saling menyalahkan lah, ayo kita bareng-bareng. Jangan malah jadikan ini sebagai momentum untuk pencitraan,”

Sementara itu, Ketua Umum Indonesian Public Policy Assembly (IPPA), Muara Torang, menuturkan bahwa kebijakan yang sudah diambil pemerintah pastilah kebijakan yang sudah digodok dengan matang dengan beberapa ahli.

Torang dapat memahami bahwa pandemi ini tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir sehingga bisa berlangsung lama. Konsekwensinya tentu akan membebani negara jika semua harus ditanggung pemerintah.

Torang menyebut, budaya bangsa Indonesia adalah gotong royong. Dalam rangka menghadapi persoalan yang sama, Torang mengajak agar seluruh komponen bersatu pada menghadapi bersama.

“Dulu awal pada pandemi rapid test ditanggung pemerintah namun kemudian berbayar. Kenapa tidak hal itu juga diberlakukan untuk vaksinasi Covid-19, namun tetap dalam pengawasan pemerintah tentunya,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Umum Indonesian Youth Circle (IYC), Mufti. Menurut Mufti, hadirnya vaksin gotong royong tidak lantas menggantikan atau menghapus program vaksin rakyat yang diberikan pemerintah secara gratis. Melainkan, itu akan menguntungkan rakyat kecil dan pemerintah. Karena, vaksin individu itu ditujukan kepada perusahaan perusahaan besar yang memiliki banyak karyawan.

“Langkah pemerintah sudah tepat. Rakyat kecil dapat vaksin gratis, perusahaan bayar, negara dapat pemasukan. Proses vaksinasi makin cepat, tapi nggak bikin kolaps keuangan negara,” tuturnya.

Sepakat dengan yang lain, Ketua Umum Forum Komunikasi Santri Indonesia (Foksi), Natsir mendukung penuh upaya pemerintah dalam rangka percepatan vaksinasi nasional. Sebagai kalangan perwakilan santri, ia merindukan menimba ilmu tatap muka. Menurutnya, ilmu yang paling penting adalah karakter. Sementara karakter tidak akan didapat jika masih ada pandemi.

Oleh sebab itu, ia beserta pihaknya mendukung setiap kebijakan pemerintah dalam mempercepat proses vaksinasi.

“Demi kebaikan kita bersama, vaksinasi harus dipercepat. Bayar ataupun gratis, sebagai warga negara yang baik, kita harus vaksin. Agar tercapai herd immunity kita,” ucapnya.